BANDUNG, KOMPAS — Kejadian gempa bumi dilaporkan terasa di wilayah Bandung, Jawa Barat, dan sekitarnya. Meski tidak signifikan, kewaspadaan gempa bumi di daerah perkotaan mesti terus dijaga sejak dini.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,7 terasa di Bandung Raya pada Jumat (30/1/2026) pukul 05.13 WIB.
Hasil analisis menunjukkan episenter gempa bumi terletak di darat pada jarak 14 kilometer timur Kota Bandung atau sekitar Sumedang, pada kedalaman 5 kilometer.
Dalam keterangan tertulis, Kepala Balai BMKG Wilayah II Tangerang Hartanto mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, kejadian itu merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Sukasari dan Tanjung Sari di Sumedang. Selain itu, ada laporan yang dirasakan oleh warga di Cileunyi, Cilengkrang, dan Cimenyan di Kabupaten Bandung.
Skala intensitasnya II-III Modified Mercalli Intensity (MMI). Hal itu setara getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, hingga terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
“Namun, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut. Belum ada aktivitas gempa susulan,” kata Hartanto.
Hartanto mengatakan, ke depan, masyarakat diimbau tetap tenang. Semua pihak agar tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Nurdin (45), warga Cimenyan, mengaku merasakan ada getaran gempa meski samar-samar. Getarannya singkat dan tidak memicu kerusakan di sekitar rumahnya.
“Saat itu baru bangun tidur, sedikit ada getaran tapi tidak kencang,” kata dia.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, kejadian itu merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, terkait potensi gempa bumi, masyarakat diharapkan mengenali area aman di rumah, kantor, dan tempat umum yang sering dikunjungi.
Misalnya, ruangan yang kokoh tanpa kaca atau ruang di bawah meja yang kuat bisa menjadi tempat berlindung saat gempa terjadi. Didi menyebut, penting sekali memastikan ruangan atau rumah yang kita tempati itu kokoh dan tahu jalur evakuasinya.
Sejauh ini, simulasi sudah dilakukan BPBD Kota Bandung di beberapa tempat berbeda, misalnya di sekitar perumahan dan pusat perbelanjaan. Harapannya, warga tidak lupa dan terus waspada pada ancaman gempa bumi.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487028/original/091844600_1769654938-Jenazah_pria_asal_Jakarta_ditemukan_di_Parangtritis.jpeg)