DSSA Berencana Stock Split dengan Rasio 1:25

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berencana melakukan stock split dalam rangka memperkuat basis investor, terutama ritel.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berencana melakukan stock split dalam rangka memperkuat basis investor, terutama ritel. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dalam rangka memperkuat basis investor, terutama ritel.

Dalam rencana tersebut, emiten energi bagian dari Sinarmas Group itu akan melakukan stock split dengan rasio 1:25. Saat ini, harga saham DSSA berada di level Rp94.000, sehingga setelah stock split, harganya di kisaran Rp3.750.

Baca Juga:
WIFI-DSSA Menang Lelang Frekuensi 1,4 GHz, Intip Proyeksi Analis

Corporate Secretary DSSA, Susan Chandra menjelaskan, harga saham perseroan saat ini sangat tinggi, sehingga nilai pembelian untuk satu lot (1oo saham) hanya terjangkau oleh sebagian kecil investor.

"Hal ini berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham perseroan," katanya dalam keterbukaan informasi, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga:
Dian Swastatika (DSSA) Kebut Adopsi EBT dan Penguatan Infrastruktur Digital

Dengan stock split, kata Susan, diharapkan dapat meningkatkan jumlah saham beredar, sehingga menjadikan harga per saham menjadi lebih terjangkau untuk banyak investor. Dengan basis investor yang lebih luas, jumlah pemegang saham juga akan semakin banyak sehingga dapat memperkuat struktur pemegang saham.

Selain itu, volume perdagangan saham juga akan makin aktif, yang pada akhirnya menciptakan persepsi yang lebih positif atas prospek dan kinerja perseroan di masa yang akan datang.

Dengan rasio 1:25, jumlah saham DSSA akan naik dari 7,7 miliar menjadi 192,6 miliar saham. Di samping itu, nilai nominal saham juga mengecil dari Rp25 menjadi Rp1.

Susan menegaskan aksi korporasi ini tidak mengubah hak atau nilai kepemilikan saham yang sudah dimiliki pemegang saham. Jumlah dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional, sehinga mencerminkan nilai yang setara sebelum stock split.

Untuk mewujudkan rencana ini, perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Maret 2026. Sementara, perdagangan dengan harga saham baru ditargetkan dimulai pada 7 April 2026.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
10 Daftar Nama Nama Kue Basah Tradisional dan Modern Terpopuler
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Blossom Symphony di Hublife: Cara Stylish Sambut Imlek 2026
• 12 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Perampokan Berdarah Boyolali: Polisi Tangkap Pelaku yang Lari ke Kudus
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
OJK Optimistis Permintaan Pasar Mampu Serap Free Float 15%, Ini Alasannya
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Bocoran Pochettino Soal Pemilihan Pemain dan Persiapan Timnas AS
• 26 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.