Indeks Bisnis-27 Dibuka di Zona Hijau, Saham AMRT, JPFA, MYOR Bergeliat

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 membuka perdagangan hari ini, Jumat (30/1/2026) dengan pergerakan di zona hijau. Penguatan diikuti dengan saham Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), dan saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) kompak menghijau.

Berdasarkan data IDX Mobile hingga pukul 09.15, indeks kerja sama dengan Harian Bisnis Indonesia ini dibuka menguat 1,7% ke level 529,30. Mayoritas saham konstituen indeks Bisnis-27 bergerak melemah, atau sebanyak 25 saham.

Saham konstituen yang terpantau mengalami penguatan adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) sebesar 8,54% ke level Rp1.780, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menghijau sebesar 6,15% ke level Rp2.760, saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) turut naik sebesar 5,88% ke level Rp2.340.

Baca Juga : IHSG Hari Ini (30/1) Dibuka Naik ke 8.306 Saat Dirut BEI Mundur

Penguatan juga terjadi untuk saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menguat sebesar 5,22% menuju level Rp3.630. Selanjutnya adalah saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) yang naik sebesar 4,85% ke level Rp1.080

Sebaliknya pelemahan terjadi untuk saham-saham konstituen PT Astra International Tbk. (ASII) yang melemah 1,93% ke level Rp6.350, disusul saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) melemah sebesar 1,80% ke level Rp2.180. Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) juga melemah sebesar 0,73% ke level Rp1.360.

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas mengatakan tekanan pasar dan intensitas aksi jual asing mulai mereda menyusul pengumuman OJK dan BEI terkait langkah stabilisasi untuk merespons kekhawatiran investability pasar Indonesia.

Secara teknikal, peluang rebound terbatas IHSG terbuka dengan resistance terdekat di 8.400, namun tekanan jual asing yang masih berlanjut tetap menjadi faktor risiko utama, dengan area support di 7.956–8.000.

Tim BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan pandangan bottom up dan mengarahkan eksposur pada sektor-sektor dengan visibilitas kinerja yang lebih jelas, yaitu Telekomunikasi, Poultry, dan Konsumer, serta sektor Logam yang masih didukung momentum.

"Target IHSG akhir 2026 tetap kami pertahankan di 9.400. Namun, terdapat risiko penurunan ke kisaran 8.900–9.175 apabila flow premium dari investor asing berkurang," ujar riset tersebut, Jumat (30/1/2026).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sriwijaya FC Hancur Lebur! Ironi Eks Juara Liga dan Piala Indonesia yang Dihabisi Adhyaksa 0-15, Kebobolan 69 Gol dari 18 Laga Championship
• 7 jam lalubola.com
thumb
KPK Jawab Kemungkinan Panggil Jokowi pada Kasus Kuota Haji
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Pria Lansia Hilang Selama Lima Hari, Jejak Terakhir di Hutan Alasa Selayar
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Badan Geologi : Dugaan Alih Fungsi Lahan Jadi Penyebab Longsor Cisarua Perlu Kajian Mendalam
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Trump segera Umumkan Bos Baru The Fed Pengganti Powell, Kevin Warsh Calon Kuat
• 6 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.