Badan Geologi : Dugaan Alih Fungsi Lahan Jadi Penyebab Longsor Cisarua Perlu Kajian Mendalam

mediaindonesia.com
21 jam lalu
Cover Berita

BADAN Geologi mengungkapkan bahwa bencana tanah longsor Bandung Barat tepatnya di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten bukan semata-mata akibat alih fungsi lahan. Namun dipicu beberapa faktor alam.

Pelaksana Harian Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Edy Slameto menyatakan belum memastikan apakah alih fungsi lahan sebagai penyebab longsor Bandung Barat, tanpa kajian mendalam. Sebab, bencana alam tidak pernah disebabkan oleh satu faktor tunggal.

"Kalau ada pihak yang menyebut alih fungsi lahan sebagai salah satu faktor, itu mungkin saja. Tapi perlu kajian lebih lanjut. Yang jelas, tidak ada bencana yang terjadi hanya karena faktor tunggal atau satu penyebab," kata Edy di posko pengungsian Desa Psirlangu, Kamis (29/1/2026).

Baca juga : Longsor Bandung Barat, Modifikasi Cuaca Dilakukan untuk Kendalikan Curah Hujan

Ia mengungkapkan, kondisi geologi Gunung Burangrang yang longsor didominasi batuan vulkanik yang tingkat pelapukannya sangat tinggi sehingga mudah mengalami pergerakan tanah saat longsor Bandung Barat.

"Secara geologi, wilayah ini didominasi batuan vulkanik yang sudah mengalami pelapukan intensif. Material hasil lapukan inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya longsor, bukan batuan utamanya," ungkap Edy.

Selain faktor geologi, Edy menjelaskan, kemiringan lereng yang curam turut memperbesar potensi longsor Bandung Barat. Longsor telah mengubah morfologi lereng sehingga membutuhkan pemetaan ulang untuk mengetahui kondisi terbaru dan potensi bahaya susulan.

Baca juga : Gemuruh Keras Diikuti Longsor Besar, Bandung Barat Berduka

"Kondisi lerengnya sangat curam. Setelah terjadi longsor, morfologi pasti berubah. Ini perlu waktu untuk dipetakan ulang agar diketahui posisi lereng dan sebaran endapan vulkaniknya," jelas Edy.

Ditambah lagi adalah curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus di lokasi. Menurut dia, hujan merupakan parameter dinamis yang tidak dapat dikendalikan, namun sangat berpengaruh terhadap kestabilan lereng di kawasan yang menjadi lokasi longsor Bandung Barat tersebut.

"Tiga parameter ini, geologi, kemiringan lereng, dan curah hujan, tidak berdiri sendiri. Semuanya saling berkaitan dan memperbesar risiko longsor," bebernya.

Berdasarkan pemetaan awal, longsor Bandung Barat memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer dengan lebar mengikuti alur sungai. Volume material longsoran diduga mencapai 500.000 hingga 1 juta meter kubik.

"Longsor Bandung Barat ini mengikuti pola aliran sungai karena di bagian bawah terdapat sungai. Material bergerak mengikuti jalur tersebut," lanjut Edy.

Tim Badan Geologi akan berada di lokasi mengumpulkan data dan memperbarui informasi. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar rekomendasi teknis, termasuk penentuan relokasi dan langkah mitigasi agar longsor Bandung Barat tak terulang. (H-4)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Depok Siaga 2, Air dari Bogor Membanjiri Wilayah Condet
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Danantara Instruksikan Pelat Merah Wajib Beli Produk Buatan PT PAL & INKA
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Jejak Pengingat Bencana Cisarua
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Upah Murah, Informasi Tertutup, Nasib Pekerja Rumput Laut Perempuan
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Konten sewa pacar, anak harus dibekali pengetahuan "child grooming"
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.