Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Aceh Utara
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan sejumlah sekolah hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dipusatkan di SD Negeri 12 Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, serta SMA Negeri 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.
Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan layanan pendidikan pascabencana sekaligus memastikan sekolah kembali menjadi ruang belajar yang aman, layak, dan berkelanjutan. Program revitalisasi satuan pendidikan ditargetkan rampung secara bertahap hingga tahun 2026.
Di SD Negeri 12 Bintang, Mendikdasmen meresmikan secara simbolis 53 satuan pendidikan hasil revitalisasi tahun 2025 yang tersebar di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Program tersebut difokuskan pada pemulihan infrastruktur pendidikan yang terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah dataran tinggi Gayo.
“Sekolah harus kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman. Revitalisasi tidak hanya membangun fisik, tetapi juga menjamin keberlangsungan layanan pendidikan,”kata Mu’ti dalam keterangan tertulis, 30 Januari 2026.
Dalam kunjungan kerjanya, Mendikdasmen juga meninjau langsung sejumlah sekolah terdampak bencana, termasuk satuan pendidikan yang masih menjalankan pembelajaran di ruang darurat. Pemerintah menegaskan akan melakukan relokasi bagi sekolah yang berada di zona rawan bencana serta mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan baru.
Terkait kondisi SMP Negeri 22 Takengon yang mengalami kerusakan berat akibat longsor berulang, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa bangunan sekolah tersebut sudah tidak layak digunakan.
Pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memindahkan lokasi sekolah.
“Insyaallah, sekolah tersebut akan mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru pada tahun 2026,”lanjutnya.
Sementara untuk SD Negeri 12 Bintang yang terdampak longsor di bagian belakang bangunan, Kemendikdasmen akan memberikan dukungan tambahan berupa pembangunan ruang kelas baru.
Sebelumnya, Rabu, 28 Januari 2026,Mendikdasmen juga meresmikan 23 satuan pendidikan yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Sekolah-sekolah tersebut merupakan bagian dari rehabilitasi pendidikan pascabencana yang dibangun sesuai standar keselamatan bangunan dan kebutuhan pembelajaran.
Hingga saat ini, hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025 mencatat 36 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan 17 sekolah di Kabupaten Bener Meriah telah rampung 100 persen dan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Selain penguatan infrastruktur fisik, Kemendikdasmen juga mendorong modernisasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi. Sekolah penerima Papan Interaktif Digital (PID) akan diperkuat dengan dukungan konektivitas internet, termasuk layanan berbasis satelit, guna menjangkau wilayah pegunungan dan daerah terpencil.
Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan pendukung pendidikan, termasuk pembangunan ruang guru dan rumah dinas, demi menjaga keberlanjutan layanan pendidikan di daerah terpencil. Dampak revitalisasi tersebut dirasakan langsung oleh warga sekolah.
Kepala SLB Negeri Silih Nara Angkup, Takengon, Yusbida, menyampaikan bahwa sebelumnya sekolahnya mengalami keterbatasan ruang kelas dan fasilitas penunjang yang memengaruhi proses belajar.
“Program revitalisasi ini sangat membantu. Kami berharap dapat terus berlanjut agar semakin banyak sekolah memperoleh lingkungan belajar yang layak,”kata Yusbida.
Editor: Redaksi TVRINews




