PBNU menggelar rapat pleno di Gedung PBNU Jakarta pada Kamis (29/1). Salah satu yang dibahas yakni rencana Muktamar ke-35 NU.
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar, Munas dan Konbes NU akan digelar pada bulan Syawal 1447 Hijriah atau sekitar April 2026.
Sementara Muktamar ke-35 NU direncanakan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026.
“Kita mempersiapkan dengan sebaik-baiknya Munas dan Konbes NU 2026 di bulan Syawal 1447 Hijriah, atau April 2026. Adapun Muktamar Ke-35 NU kita targetkan di bulan Juli atau Agustus 2026,” ujar KH Miftachul Akhyar dikutip dari laman resmi PBNU.
Ia menjelaskan, penetapan jadwal tersebut merupakan hasil pertimbangan organisatoris dan kesinambungan hasil Muktamar ke-34 NU di Lampung yang sebelumnya telah memajukan periode Muktamar satu tahun lebih awal.
“Karena pada Muktamar Lampung itu kita maju satu tahun, maka sekarang kita ingin mengembalikan ke ritme semula. Tetapi waktunya sudah tidak memungkinkan penuh satu tahun, sehingga paling realistis antara lima sampai tujuh bulan ke depan,” jelasnya.
KH Miftachul menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi kemaslahatan jam’iyah dan agar NU dapat kembali fokus pada agenda-agenda besar kebangsaan dan keumatan.
KH Miftachul Akhyar mengingatkan keberadaan seluruh pengurus PBNU semata-mata untuk berkhidmat kepada jam’iyah, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
“Keberadaan kita di dalam jam’iyah Nahdlatul Ulama ini hanyalah untuk berkhidmat. Tidak ada rebutan. Yang ada adalah khidmat dan ngalap barokah dari para muassis dan generasi salafus shalih,” ucapnya.
Ia menambahkan, penetapan jadwal Munas, Konbes, dan Muktamar ini diharapkan menjadi titik awal untuk membuka lembaran baru dalam perjalanan organisasi.
“Apa yang menjadi masalah-masalah ikhtilaf waktu kemarin, ini sudah kita anggap selesai. Mari kita buka lembaran baru, dan melangkah bersama dengan niat khidmat yang selaras dengan ridha Allah,” terangnya.




