Pernahkah terpikir mengapa sebagian ibu mengeluarkan suara seperti berteriak atau mengerang saat melahirkan? Reaksi ini kerap dianggap memalukan atau sebagai tanda tidak kuat menahan nyeri. Padahal, faktanya tubuh memiliki mekanisme alami untuk membantu ibu menghadapi kontraksi persalinan.
Mengeluarkan suara saat persalinan bukan sekadar luapan emosi, melainkan respons naluriah yang membantu ibu bernapas lebih dalam, menjaga ritme napas, dan tetap fokus ketika gelombang kontraksi datang.
Suara Membantu Ibu Lebih Fokus dan Menoleransi NyeriPenelitian dalam jurnal Women’s Perspectives on Vocalization in the First and Second Stages of Labor (MDPI) mencatat sekitar 75 persen ibu merasakan dorongan spontan untuk bersuara selama persalinan.
Suara yang keluar umumnya muncul bersamaan dengan embusan napas panjang, bukan teriakan panik. Banyak ibu justru merasakan manfaatnya, karena vokalisasi membantu mengikuti ritme napas dan mencegah ibu tenggelam dalam rasa sakit.
Pada tahap mengejan, bersuara dapat membantu mengarahkan tenaga dengan lebih terkontrol. Tenggorokan yang terbuka membuat aliran napas tetap lancar, sehingga tubuh tidak menjadi terlalu tegang.
Beberapa manfaat vokalisasi saat persalinan antara lain:
Membantu mengatur napas saat kontraksi
Membuat tubuh lebih rileks dan tidak kaku
Membantu menoleransi nyeri secara alami
Menjaga fokus ibu saat mengejan
Memberikan rasa kendali atas tubuh sendiri
Jadi, jika Anda spontan mengeluarkan suara saat melahirkan, tak perlu merasa bersalah atau malu, Moms. Hal ini bukan tanda kelemahan, melainkan cara alami tubuh membantu proses persalinan berjalan lebih efektif.




