Banjir boleh saja merendam rumah, tetapi urusan hobi jangan sampai terganggu. Begitulah prinsip hidup yang dijalani Tardi (50 tahun), warga Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.
Saat permukiman desanya masih terendam banjir setinggi sekitar 80 sentimeter, ia tampak asyik menyalurkan hobi memancing. Siang itu, ia duduk di tangga sebuah rumah dengan tangan memegang alat pancing yang dijulurkan ke selokan.
Dengan senjata jangkrik, ia terlihat sabar menunggu umpan tersebut disergap ikan. Ikan-ikan yang ia tangkap kemudian dimasukkan ke dalam bronjong yang berada di depannya.
“Ada banyak ikan lepasan karena kolam atau tambak terendam banjir. Di sini biasanya ada lele dan nila,” katanya saat ditemui, Rabu (28/1/2026).
Namun, hari itu tampaknya nasib baik tidak menghampirinya. Setelah memancing selama kurang lebih dua jam, ia baru mendapatkan sekitar lima ekor ikan lele.
“Dapat ikannya nggak tentu. Biasanya bisa dapat belasan ikan,” katanya.
Setiap hari, ia berpindah-pindah lokasi untuk berburu ikan. Menurut Tardi, memancing menjadi salah satu caranya melepas penat setelah desanya terendam banjir selama tiga pekan terakhir.
“Biar enggak stres, Mas. Ini juga sekalian nengok rumah yang terendam banjir,” katanya.
Meski bisa menyalurkan hobinya di lokasi banjir, Tardi tetap berharap banjir segera surut dan aktivitas warga kembali normal. Menurutnya, sudah banyak warga yang bosan tinggal di pengungsian.
“Harapannya banjir segera surut, aktivitas warga biar bisa kembali normal lagi,” tutupnya.



