11 Anggota Jaringan Scam Online di Myanmar Utara yang Bertanggung Jawab atas Kematian 14 Warga Tiongkok Telah Dieksekusi

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada 29 Januari mengumumkan bahwa 11 penjahat yang terlibat dalam kasus kelompok penipuan telekomunikasi keluarga Ming di Myanmar Utara telah dieksekusi mati. Kelompok kriminal ini didakwa atas berbagai kejahatan, termasuk pembunuhan berencana dan penganiayaan berat, yang mengakibatkan 14 warga Tiongkok tewas dan banyak lainnya luka-luka.

EtIndonesia. Pengadilan Menengah Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang, pada 29 Januari menyatakan bahwa setelah menerima putusan pidana dan perintah eksekusi mati dari Mahkamah Agung Tiongkok, pengadilan tersebut telah menjatuhkan dan melaksanakan hukuman mati terhadap 11 terpidana, termasuk Ming Guoping, Ming Zhenzhen, Zhou Weichang, Wu Hongming, Wu Senlong, dan Fu Yubin, serta lainnya.

Menurut pengumuman resmi, pada 29 September 2025 Pengadilan Menengah Kota Wenzhou telah menjatuhkan hukuman mati kepada 11 orang dari kelompok kriminal keluarga Ming atas dakwaan pembunuhan berencana, penganiayaan, penahanan ilegal, penipuan, pembukaan kasino ilegal, dan kejahatan lainnya, serta menjatuhkan hukuman tambahan sesuai hukum.

Setelah putusan tingkat pertama, para terdakwa seperti Ming Guoping dan Ming Zhenzhen mengajukan banding. Namun pada 25 November 2025, Pengadilan Tinggi Provinsi Zhejiang memutuskan menolak banding dan menguatkan putusan semula.

Setelah proses peninjauan, Mahkamah Agung Tiongkok memastikan bahwa kelompok kriminal keluarga Ming terbukti melakukan lebih dari sepuluh jenis kejahatan, termasuk pembunuhan berencana, penganiayaan, penahanan ilegal, penipuan, dan pembukaan kasino ilegal, serta menyetujui eksekusi mati terhadap 11 orang tersebut.

Keluarga Ming di Myanmar Utara merupakan salah satu dari “empat keluarga besar” (juga disebut lima keluarga besar) jaringan penipuan telekomunikasi di wilayah tersebut. Keluarga besar lainnya adalah keluarga Bai Suocheng, Wei Chaoren, Liu Zhengxiang, dan Liu Guoxi. Kelompok-kelompok ini dituduh memiliki keterkaitan lintas sektor militer, politik, dan bisnis di Myanmar, serta dalam jangka panjang menguasai industri berkeuntungan besar seperti pertambangan dan properti di wilayah Kokang, sekaligus terlibat dalam narkoba, penipuan telekomunikasi, dan perjudian ilegal.

Menurut laporan sebelumnya, di antara empat keluarga besar tersebut, keluarga Bai merupakan kelompok kriminal paling kuat di wilayah setempat, memiliki pasukan bersenjata pribadi dan kemampuan untuk menyusup ke politik lokal, serta secara langsung mengendalikan sejumlah besar kompleks penipuan telekomunikasi di wilayah Kokang.

Pada Januari tahun lalu, setelah kasus aktor Tiongkok Wang Xing yang ditipu dan dibawa ke Myanmar terungkap, keberadaan banyak kamp penipuan di Myanmar, Kamboja, dan negara lainnya mulai terekspos ke publik. Sejumlah sumber mengungkapkan bahwa kelompok penipuan ini berada di bawah perlindungan aparat resmi PKT.

Seorang pengusaha Tiongkok bernama Xing Weilin, yang berhasil melarikan diri dari kamp penipuan di Myanmar, pernah secara terbuka mengungkapkan bahwa dalang di balik kamp-kamp penipuan tersebut semuanya adalah orang Tiongkok, dan yang ditangkap selama ini hanyalah para pelaku tingkat bawah.(hui)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Layvin Kurzawa Resmi Gabung Persib, Segini Gajinya-Dunia Olahraga
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jumat, 30 Januari 2026 di Seluruh Indonesia, Awas Hujan Sangat Lebat di Wilayah Ini
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Kabar Penangkapan 2 Bandar Narkoba Toraja di Pesta Pernikahan Makin Liar, Polres Mengaku Masih Pengembangan
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Pujian Dedi Mulyadi untuk Pemuda yang Rela Tinggalkan Pekerjaan Demi Jadi Relawan Cisarua, Kini Beri Hadiah Rp 5 Juta
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Pesisir Teluk Palu Dipenuhi Sampah Kiriman, Warga Terpaksa Membakar
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.