Jakarta, ERANASIONAL.COM — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima audiensi Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (IKASTARA) di Jakarta, Rabu (28/1/2026) kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, Menko AHY menyampaikan pembangunan infrastruktur dan pembangunan kewilayahan memerlukan perencanaan yang matang, kesinambungan kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor dan lintas generasi.
Menurutnya, komunitas alumni seperti IKASTARA memiliki peran strategis sebagai mitra dialog dan kolaborasi pemerintah.
“Pembangunan infrastruktur membutuhkan perencanaan yang kuat, keberlanjutan, serta kemampuan untuk memperbaiki berbagai persoalan di lapangan. Karena itu, kolaborasi dan kontribusi berbasis kompetensi menjadi sangat penting,” ujar Menko AHY dalam keterangan siaran pers di Jakarta, Kamis (29/01/2026).
Menko AHY menekankan IKASTARA perlu menjaga semangat inklusivitas dan menghindari eksklusivitas.
Ia menilai organisasi alumni harus menjadi ruang yang terbuka, mampu menjembatani perbedaan, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“IKASTARA tidak boleh menjadi organisasi yang eksklusif. Justru harus menjadi platform kolaborasi, ruang bertemu, dan wadah berkontribusi bersama bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur Menko AHY.
Lebih lanjut, Menko AHY menyoroti pentingnya kompetensi sumber daya manusia dalam setiap peran dan profesi.
Ia mengingatkan jejaring yang kuat harus ditopang oleh kapasitas dan profesionalisme agar mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.
“Jejaring tanpa kompetensi tidak akan menghasilkan manfaat yang berkelanjutan. Karena itu, penguatan kualitas SDM dan profesionalisme harus terus menjadi perhatian,” tegas Menko AHY.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan IKASTARA menyampaikan visi dan gagasan terkait penguatan organisasi, inklusivitas lintas generasi, serta komitmen berkontribusi aktif melalui berbagai program kolaboratif. Menko AHY menyambut baik aspirasi tersebut dan mendorong IKASTARA untuk terus mengambil peran sebagai mitra strategis pembangunan.




