Fitur baru Apple batasi pelacakan lokasi lewat jaringan seluler

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Apple menghadirkan fitur keamanan baru pada sejumlah model iPhone dan iPad yang dapat membatasi akses pihak lain seperti penegak hukum, mata-mata, dan peretas terhadap data lokasi presisi pengguna melalui operator seluler.

Dilansir dari Tech Crunch pada Jumat, Apple menyebut jika fitur tersebut diaktifkan akan mengurangi tingkat presisi data lokasi yang dibagikan perangkat ke operator. Artinya, yang dibagikan bukan lagi titik alamat spesifik, melainkan lokasi umum seperti area lingkungan, sehingga dinilai dapat meningkatkan perlindungan privasi pemilik perangkat.

Perusahaan menegaskan pengaktifan fitur ini tidak memengaruhi ketepatan data lokasi yang digunakan aplikasi, maupun informasi lokasi yang dibagikan kepada layanan darurat saat pengguna melakukan panggilan darurat.

Baca juga: Apple hadirkan beberapa peningkatan pada AirTag versi terbaru

Fitur pembatasan lokasi presisi itu hadir pada iPhone Air, iPhone 16e, serta iPad Pro (M5) Wi-Fi + Cellular yang menjalankan iOS 26.3. Layanan ini baru tersedia di sejumlah operator global, antara lain Telekom di Jerman, AIS dan True di Thailand, EE dan BT di Inggris, serta Boost Mobile di Amerika Serikat.

Kehadiran fitur ini muncul di tengah meningkatnya praktik aparat penegak hukum yang memanfaatkan data operator seluler untuk melacak lokasi individu secara real-time maupun menelusuri riwayat pergerakan mereka.

Selain itu, operator telekomunikasi juga kerap menjadi target peretasan karena menyimpan data sensitif pelanggan. Dalam setahun terakhir, sejumlah operator besar di Amerika Serikat, termasuk AT&T dan Verizon, mengonfirmasi adanya penyusupan berkelanjutan yang dikaitkan dengan peretas bernama Salt Typhoon, yang disebut memburu log panggilan dan pesan pejabat tinggi Amerika Serikat.

Baca juga: Apple rilis Siri versi baru yang ditenagai AI Gemini pada Februari

Di luar ancaman terbaru, kerentanan pada jaringan seluler global juga telah lama memungkinkan pengintai melacak lokasi individu di berbagai belahan dunia.

Pakar keamanan seluler Gary Miller, yang juga peneliti di Citizen Lab dan direktur senior intelijen jaringan di iVerify, mengatakan perangkat pengguna sebenarnya turut berperan dalam mengirimkan data lokasi akurat kembali ke operator.

“Sebagian besar orang tidak menyadari bahwa perangkat dapat mengirim data lokasi di luar aplikasi,” ujar Miller.

Baca juga: Apple kembangkan perangkat pin AI dengan kamera dan mikrofon

Ia menambahkan, meski pembatasan GPS selama ini bisa dilakukan di aplikasi, belum ada kontrol yang benar-benar mengunci agar data lokasi presisi tidak ikut terkirim ke jaringan operator.

Menurutnya, fitur baru Apple tersebut, meski masih terbatas pada sedikit jaringan operator, merupakan langkah awal yang positif dalam memberikan kendali privasi yang lebih besar kepada pengguna.

Baca juga: Peretas gunakan sertifikat resmi Apple, sembunyikan malware di Mac


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Klasemen Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Memimpin, Tentukan Juara Grup Lawan Irak
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Sebidang Tanah, Pasti Ada Satu Benih yang Cocok
• 1 jam laluerabaru.net
thumb
118 Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, Menu Soto Ayam dan Tempe
• 22 jam lalugenpi.co
thumb
Jreng, Putin Siap Menjamu Zelensky di Moskow Rusia
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tracon Sabet Indonesia Best Digital Innovation Award 2025, ELVIS Jadi Motor Transformasi Internal
• 16 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.