Mengenal BUMN Logistik yang Bakal Konsolidasi ke PT Pos

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Danantara Indonesia segera melakukan konsolidasi terhadap entitas BUMN di sektor logistik, dengan PT Pos Indonesia (Persero) sebagai induk perusahaan logistik pelat merah. 

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 21 perusahaan, mencakup BUMN induk hingga anak usaha, yang sedang dalam proses integrasi. 

“Tahun ini kami akan mengonsolidasi seluruh perusahaan logistik kita di bawah satu perusahaan. Kita punya yang menjadi anchor-nya yaitu PT Pos,” ujar Dony dalam diskusi di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Bukan tanpa sebab, konsolidasi ini dilakukan dengan alasan mayoritas perusahaan logistik tersebut tak memiliki model bisnis yang berkelanjutan. 

Bahkan, dari 21 entitas logistik yang ada, sebanyak 20 perusahaan di antaranya mencatatkan kerugian. Kegagalan performa ini disebabkan ketidakmampuan perusahaan dalam mengidentifikasi posisi bisnis mereka secara spesifik, baik di segmen first mile, middle mile, maupun last mile. 

Lantas, apa saja BUMN yang bergerak di bidang logistik? 

Baca Juga

  • Danantara Targetkan Konsolidasi 21 BUMN Logistik ke Dalam PT Pos Rampung 2026

Melansir dari laman resmi BUMN, setidaknya terdapat delapan perusahaan induk logistik yang bergerak di darat, laut, serta udara. 

1. Perusahaan Umum DAMRI 

Bukan hanya sebatas angkutan penumpang, DAMRI juga melayani logistik melalui DAMRI Logistik yang menghadirkan solusi pengiriman barang melalui kolaborasi strategis dengan Kereta Api Logistik dan PT Pos Indonesia.

Dengan memanfaatkan armada bus, truk, serta jaringan rute reguler yang luas dan terjadwal di seluruh Indonesia, DAMRI menawarkan layanan pengiriman dari stasiun DAMRI ke stasiun DAMRI (Pool to Pool) maupun langsung ke alamat tujuan pelanggan (Pool to Door).

2. PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA

INKA merupakan perusahaan manufaktur kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara. Adapun jasa yang ditawarkannya adalah menyediakan berbagai macam produk kereta api dan transportasi perkotaan terpadu.  

INKA tercatat memiliki dua anak usaha, yakni PT Reka Indo Global Jasa dan PT Inka Multi Solusi. 

3. PT Pos Indonesia (Persero) 

BUMN yang bergerak di bidang jasa logistik ini memiliki lini bisnis berupa penyediaan jasa postal operator, jasa kurir, logistik, keuangan, dan properti.

PT Pos sendiri memiliki anak usaha berupa PT Pos Logistik Indonesia yang melayani Domestic Land Trucking, Domestic Air, Domestic Ocean, Domestic Rail, serta Crossdock Service. 

4. PT Varuna Tirta Prakasya (Persero)

VTP merupakan salah satu BUMN yang bergerak dalam bidang logistik berdiri sejak tahun 1946.

Perusahaan pelat merah ini secara khusus melayani logistik ekspor impor, minyak dan gas, serta bongkar muat hingga pergudangan. 

5. PT Kereta Api Indonesia (Persero) 

KAI bergerak di bidang transportasi berbasis rel. PT KAI memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang commuter, logistik, kereta bandara, dan kereta wisata.

Melalui KAI Logistik (KALOG), perusahaan pelat merah ini melayani pengiriman petikemas, barang curah cair, barang curah, barang retail, serta barang packaging. 

Saat ini layanan logistik terpadu KAI Logistik telah menjangkau Pulau Jawa dan Sumatera serta Bali dan akan diperluas hingga Sulawesi dan Kalimantan untuk layanan KAI Logistik Express.

6. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo 

BUMN yang bergerak pengelolaan dan pengembangan pelabuhan. Pelindo merupakan holding dari BUMN Pelabuhan Indonesia yang semula terdiri dari 4 BUMN Pelabuhan.

Dari BUMN Logistik yang ada, Pelindo tercatat memiliki anak usaha yang paling banyak. Misalnya, PT Integrasi Logistik Cipta Solusi, PT Pelabuhan Indonesia Investama, PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Pelindo Multi Terminal, PT Pelindo Jasa Maritim, PT Pelindo Solusi Logistik, hingga PT Jakarta International Container Terminal. 

7. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni 

BUMN yang ruang lingkup usahanya berupa pengangkutan penumpang dan barang yang membidangi usaha perkapalan, usaha penunjang, dan usaha sampingan.

Melayani pengangkutan paket barang, dry/refeer container, general cargo, kendaraan maupun penyewaan kapal angkutan komersial. Untuk menunjang bisnis jasa logistik, saat ini PT Pelni memiliki 26 kapal penumpang; mengoperasikan 9 kapal barang Tol Laut, 30 kapal perintis, dan 1 kapal ternak.

8. PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) 

BUMN yang bergerak di bidang transportasi air dengan ruang lingkup usahanya berupa pengangkutan kapal penyeberangan dan pelabuhan penyeberangan. ASDP memilki dua anak usaha, yakni PT Indonesia Ferry Properti dan PT Jembatan Nusantara. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gempa 2,9 Magnitudo Guncang Gayo Lues, Aceh
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Ahli BPK Jelaskan Perhitungan Kerugian Negara di Kasus Korupsi Minyak Mentah
• 17 jam laludetik.com
thumb
Fundamental Ekonomi Masih Kuat, Menkeu Purbaya Optimistis IHSG Segera Pulih
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Biaya Visum Korban Kekerasan Seksual Tak Lagi Ditanggung Pemda, Ini Kata Menteri PPPA
• 28 menit laludisway.id
thumb
Hujan Deras Picu Genangan di Sejumlah Wilayah Jakarta, BPBD Catat 46 RT Terdampak
• 21 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.