Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur DKI Jakarta dan wilayah penyangga sejak Rabu, 28 Januari 2026 hingga Kamis, 29 Januari 2026 dini hari menyebabkan terjadinya genangan di berbagai titik permukiman dan ruas jalan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 46 RT dan 13 ruas jalan masih terdampak genangan.
Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya tinggi muka air di sejumlah pos pantau dan pintu air utama. Bendung Katulampa di Kota Bogor sempat berada pada status Siaga 3 sejak Rabu, 2& Januari 2026 pagi, disusul Pos Sunter Hulu, Pos Pesanggrahan, Pos Angke Hulu, serta Pintu Air Manggarai dan Karet pada Kamis dini hari. Kenaikan debit air tersebut berdampak langsung terhadap aliran sungai di wilayah Jakarta.
Di Jakarta Barat, genangan tercatat paling luas dengan 21 RT terdampak yang tersebar di enam kelurahan, antara lain Duri Kosambi, Kapuk, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kedoya Selatan, dan Kembangan Selatan. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 90 sentimeter, dipengaruhi curah hujan tinggi serta luapan Kali Pesanggrahan dan Kali Angke.
Sementara itu, Jakarta Timur mencatat 18 RT terdampak di wilayah Rawa Terate, Bidara Cina, Cipinang Muara, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan. Di beberapa titik, ketinggian air mencapai 110 sentimeter akibat meluapnya Kali Ciliwung.
Di Jakarta Selatan, genangan terjadi di empat RT di Kelurahan Cipulir dan Pejaten Timur, dengan ketinggian air antara 30 hingga 50 sentimeter. Sedangkan di Jakarta Utara, genangan tercatat di tiga RT di Kelurahan Cilincing, Marunda, dan Rorotan, dengan ketinggian air hingga 30 sentimeter, dipicu luapan Kali Nagrak.
BPBD juga melaporkan adanya warga yang mengungsi. Di Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat, sebanyak 3 kepala keluarga dengan 14 jiwa mengungsi di Masjid Jami Al Fudhola.
Sementara di Karet Tengsin, Jakarta Pusat, pengungsi tercatat berada di RPTRA Segas dan Aula Masjid Muhajirin dengan total 13 KK atau 50 jiwa.
Selain permukiman, genangan turut mengganggu aktivitas lalu lintas. Sebanyak 13 ruas jalan dilaporkan masih tergenang, di antaranya Jalan KS Tubun Jakarta Pusat, Jalan Inspeksi Kirana Jakarta Utara, Jalan Srengseng Raya Jakarta Barat, hingga Jalan Pulo Raya IV Jakarta Selatan.
Ketinggian genangan berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter. Sejumlah ruas jalan lainnya telah dilaporkan surut dan dapat kembali dilalui kendaraan.
Dalam upaya penanganan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel gabungan untuk memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.
Penyedotan air dilakukan secara bertahap, disertai pengecekan saluran dan pompa air agar berfungsi optimal. Kebutuhan dasar warga terdampak juga disiapkan.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, terutama di wilayah rawan banjir. Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 yang beroperasi 24 jam.
Editor: Redaktur TVRINews

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F29%2Fc0cbf87228bc971de2411aabd4ff5ad1-cropped_image.jpg)

