Jakarta, tvOnenews.com – Kebakaran rumah tinggal di Jalan Teratai XIV 6–8, RT03/RW02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026), bermula dari kepulan asap tebal yang muncul dari bagian teras rumah. Insiden tersebut berujung pada tewasnya seorang perempuan lanjut usia berusia 60 tahun dan kerugian materi lebih dari Rp1 miliar.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan menyebut, kebakaran pertama kali diketahui oleh koordinator kebersihan yang sedang melakukan monitoring wilayah. Saat itu, ia melihat asap pekat disertai kobaran api dari area depan rumah.“Awalnya terlihat asap tebal dan api dari teras rumah. Lalu dilaporkan ke petugas, dan warga sekitar langsung berupaya melakukan pemadaman awal,” ujar Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, saat dikonfirmasi, Jumat.
Menurut Asril, warga sempat mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) serta cara tradisional sebelum petugas pemadam tiba di lokasi. Namun, api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian dalam bangunan, sehingga upaya warga tidak membuahkan hasil maksimal.
Petugas pemadam kebakaran menerima laporan sekitar pukul 09.42 WIB dan langsung mengerahkan 18 unit mobil damkar dengan total 112 personel. Proses pemadaman dimulai pukul 09.48 WIB dan berlangsung hingga situasi dinyatakan masuk tahap kuning atau pendinginan.
“Api berhasil dikendalikan, lalu dilakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” kata Asril.
Akibat kebakaran tersebut, satu orang penghuni rumah, Beti (60), ditemukan meninggal dunia. Korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api mulai membesar. Hingga kini, petugas masih mendalami kronologi kejadian untuk memastikan sumber api awal yang memicu kebakaran.
Berdasarkan data sementara, luas area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 210 meter persegi. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp1.069.740.000 atau lebih dari Rp1 miliar, mencakup kerusakan bangunan dan sejumlah barang di dalam rumah.
Gulkarmat Jakarta Selatan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran rumah, khususnya di area teras dan bagian depan rumah yang kerap menjadi lokasi penyimpanan barang mudah terbakar maupun instalasi listrik tambahan. Deteksi dini terhadap asap dan bau terbakar dinilai sangat penting untuk mencegah api membesar.


