Jakarta, ERANASIONAL.COM – Nama Nabilla Aprillya kembali menjadi perbincangan luas di media sosial setelah ia membagikan kondisi fisiknya yang memprihatinkan. Selebgram dan model tersebut mengunggah sejumlah foto dan video yang memperlihatkan wajahnya dipenuhi luka, lebam, dan bekas kekerasan, yang diduga kuat akibat tindakan penganiayaan.
Unggahan tersebut langsung menyita perhatian publik. Banyak warganet merasa terkejut sekaligus prihatin melihat kondisi Nabilla yang tampak babak belur. Tak sedikit pula yang bertanya-tanya mengenai sosok di balik peristiwa yang ia ungkapkan secara terbuka melalui akun media sosial pribadinya.
Nabilla Aprillya dikenal sebagai selebgram dan model yang aktif di dunia digital sejak beberapa tahun lalu. Ia mulai dikenal publik melalui keaktifannya di berbagai platform media sosial, khususnya Instagram, serta aplikasi siaran langsung seperti Bigo Live, yang sempat menjadi salah satu wadah populer bagi kreator konten.
Melalui platform tersebut, Nabilla secara konsisten membagikan konten seputar gaya hidup, fashion, traveling, serta aktivitas kesehariannya. Penampilannya yang menarik dan gaya hidup glamor membuatnya dengan cepat menarik perhatian pengguna internet, hingga jumlah pengikutnya terus bertambah dari waktu ke waktu.
Seiring meningkatnya popularitas, Nabilla pun dikenal sebagai salah satu influencer yang cukup diperhitungkan, terutama di kalangan penggemar konten lifestyle dan hiburan digital.
Nama Nabilla Aprillya semakin dikenal luas setelah ia sempat dikabarkan memiliki kedekatan dengan YouTuber ternama Atta Halilintar pada sekitar tahun 2018. Hubungan tersebut kala itu menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform hiburan serta media sosial.
Meski hubungan tersebut tidak berlangsung lama, perhatian publik terhadap kehidupan pribadi Nabilla cukup besar. Namun setelah kabar tersebut mereda, Nabilla memilih untuk lebih fokus mengembangkan kariernya sebagai selebgram dan model, serta menjaga kehidupan pribadinya agar tidak terlalu terekspos.
Belakangan ini, Nabilla kembali menjadi pusat perhatian setelah mengunggah Instagram Story yang memperlihatkan kondisi fisiknya dalam keadaan tidak baik. Dalam unggahan tersebut, wajahnya tampak mengalami luka kemerahan di bagian dahi, memar gelap di bawah mata, serta bibir pecah hingga berdarah.
Tak hanya di wajah, Nabilla juga menunjukkan bekas luka di pergelangan tangan, yang semakin menguatkan dugaan adanya tindakan kekerasan fisik terhadap dirinya. Kondisi tersebut memicu keprihatinan luas dari pengikut dan rekan sesama selebritas dunia maya.
“Masih banyak bukti lain. Selama ini berkali-kali speak up semua diheningkan,” tulis Nabilla dalam salah satu unggahannya.
Dalam pengakuannya, Nabilla menyebut bahwa apa yang dialaminya bukanlah kejadian tunggal. Ia mengaku telah hidup dalam rasa takut selama cukup lama, bahkan menyebut adanya teror yang berulang dan sistematis.
Ia menuturkan bahwa ancaman yang dialaminya tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga intimidasi psikologis yang membuatnya merasa tidak aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Beberapa kali speak up, beberapa kali diancam mau dibunuh,” ungkap Nabilla.
Pernyataan tersebut sontak menimbulkan keprihatinan mendalam, terutama karena ia menyiratkan bahwa upaya untuk mencari keadilan atau perlindungan sebelumnya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Lebih lanjut, Nabilla juga mengungkap dugaan adanya tindakan sabotase terhadap kendaraan yang ia gunakan. Ia menyebut ban mobilnya pernah dibocorkan dan bahkan dirobek, yang berpotensi membahayakan keselamatannya di jalan raya.
Tak berhenti di situ, ia juga mengaku bahwa aliran listrik di rumahnya kerap dipadamkan secara sengaja, menambah tekanan psikologis dan rasa tidak aman yang terus menghantuinya.
“Dari ban dibocorkan, ban dirobek, rumah dipadamkan, dan ada orang yang disuruh untuk menjadi mata-mata,” tulisnya.
Yang lebih mengkhawatirkan, Nabilla menyebut bahwa orang-orang terdekatnya turut menjadi sasaran intimidasi. Ia mengaku ada upaya untuk mencelakai teman-teman di sekelilingnya, bahkan menyebut adanya orang bayaran yang sengaja dikirim untuk menimbulkan masalah.
“Suruh orang bayaran celakakan teman-teman terdekatku, laporan dibungkam, siapapun pengacaraku dicelakai,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan yang dialami Nabilla tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga meluas ke lingkaran sosial terdekatnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan penganiayaan dan teror yang diungkapkan Nabilla Aprillya. Namun, unggahan tersebut telah memicu gelombang simpati dari publik yang berharap agar kasus ini dapat ditangani secara serius dan transparan.
Kasus yang menimpa Nabilla menjadi pengingat bahwa kekerasan dan intimidasi, baik fisik maupun psikologis, masih menjadi ancaman nyata, termasuk bagi figur publik. Banyak warganet mendorong agar pihak berwenang segera memberikan perlindungan hukum serta mengusut tuntas dugaan tindak kekerasan yang dialaminya.





