Kerugian Akibat Bencana Banjir di Asia Tenggara Berisiko Membengkak 10 Kali Lipat

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kerugian yang ditimbulkan bencana banjir di kawasan Asia Tenggara diperkirakan naik hingga 10 kali lipat pada masa mendatang karena meningkatnya fenomena cuaca ekstrem, menurut analisis konsultan risiko dan broker asuransi Willis Towers Watson Plc. 

Dalam laporan bertajuk Natural Catastrophe Review 2026, identifikasi awal WTW memperlihatkan bahwa peristiwa banjir besar di kawasan berisiko memicu kerugian ekonomi yang melampaui US$10 miliar atau sekitar Rp167,8 triliun. Estimasi ini jauh melampaui angka kerugian sebesar US$1 miliar sampai US$2 miliar yang dibukukan ketika bencana yang sama terjadi dalam sedekade terakhir.

“Suhu permukaan laut yang lebih hangat, perubahan zona formasi dan sensitivitas jalur yang lebih besar menjadi tanda bahwa pola [iklim] masa lalu kurang dapat diandalkan sebagai panduan risiko masa depan,” kata Srivatsan Vijayaraghavan, peneliti senior di National University of Singapore (NUS), dan Daniel Bannister, kepala penelitian risiko cuaca dan iklim di Willis Research Network, dalam laporan tersebut, dikutip dari Bloomberg, Jumat (30/1/2026).

Laporan WTW mencatat bahwa akhir 2025 diwarnai dengan tiga siklon tropis yang memicu kerusakan masif di kawasan Asia seperti Sri Lanka dan Indonesia, dengan korban jiwa lebih dari 1.300 orang dan kerugian yang setidaknya menembus US$20 miliar.

Negara-negara di Asia Tenggara juga secara konsisten masuk dalam daftar kawasan yang rentan risiko bencana iklim. Sebagai contoh, Filipina, Myanmar dan Vietnam masuk dalam 10 besar negara yang paling terdampak perubahan iklim pada 2024 menurut laporan lembaga hak asasi manusia (HAM) independen Germanwatch.

“Pembiayaan bencana dengan risiko berlapis, kombinasi solusi publik, swasta dan parametrik menjadi penting untuk memastikan ketahanan jangka panjang. Hal ini dapat membantu mengurangi volatilitas, mendukung pemulihan yang lebih cepat, dan memperkuat stabilitas keuangan di seluruh perekonomian Asia Tenggara yang paling rawan bencana,” kata Christopher Au, kepala Pusat Risiko Iklim APAC di WTW dalam siaran pers.

Baca Juga

  • Danantara Ambilalih Tambang Agincourt, Kiblat Selamatkan Lingkungan Bergeser?
  • Makassar Tak Lanjutkan PSEL Tanpa Jaminan Lingkungan
  • Rusak Lingkungan, KLH Tuntut Agincourt Rp200 Miliar dan Lakukan Pemulihan

Menyusul Topan Yagi pada 2024 yang berimbas ke wilayah seperti China, Vietnam dan Filipina, para peneliti di NUS melakukan sejumlah uji sensitivitas iklim. Hasil tes ini memperlihatkan bahwa menghangatnya suhu laut akan membuat bencana badai makin intens. Perubahan kecil suhu bahkan bisa mengubah jalur pergerakan badai atau siklon tropis.

Meskipun perubahan iklim acap kali dianggap sebagai faktor yang telah memperburuk dampak bencana banjir baru-baru ini, para ilmuwan dan analis telah memperingatkan bahwa deforestasi, kurangnya pertahanan terhadap banjir, dan terbatasnya pendanaan untuk mitigasi bencana dapat meningkatkan skala kerusakan.

Dalam temuan ini, laporan WTW menyatakan bahwa bencana alam menyebabkan kerugian yang diasuransikan dengan nilai lebih dari US$100 miliar pada 2025. Angka ini turun US$40 miliar dibandingkan dengan 2024 seiring dengan nihilnya bencana badai di Amerika Serikat. Meski demikian, torehan angka tahun lalu menandai keenam kalinya kerugian bencana melampaui ambang batas US$100 miliar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rahasia Paling Berbahaya PKT Terungkap: Surat Zhang Youxia Membuka Perang Senyap di Tubuh Militer
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Lowongan Kerja Shopee Indonesia Januari 2026, Ini Posisi yang Dibutuhkan
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Ketum PP Muhammadiyah Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Bertentangan dengan Roh Reformasi 1998
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Bertambah Lagi Perusahaan yang Dapat Izin Ekspor Perikanan ke Korsel dan Taiwan
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Penampakan SD di Sumut Sebelum dan Sesudah Banjir: Kini Anak Sudah Sekolah Lagi
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.