Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun ruang publik, seperti taman dan sarana olahraga di area Embung Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
"Selain sebagai kolam tampungan dalam pengendalian banjir, waduk atau embung ini juga berfungsi sebagai ruang publik. Rencananya, ada taman, ada tempat bermain, ada sarana olahraga, ada lapangan sepak bola mini," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Jakarta, Jumat.
Embung Kebagusan berlokasi di Jalan Baung, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, atau di belakang apartemen Kebagusan City, dengan total luas sekitar dua hektare.
Embung tersebut berada di lahan milik Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta seluas 1,3 hektare dan Dinas Pertamanan dan Kehutanan DKI Jakarta seluas 1 hektare.
Dari total luas area embung itu, sekitar 0,5 hektare akan digunakan untuk ruang publik dan 0,7 hektare untuk area hijau.
"Dengan adanya Embung Kebagusan ini, untuk banjir, kita bisa kelola untuk menjadi pengendali banjir. Tetapi saat tidak hujan, bisa dimanfaatkan oleh warga, minimal menjadi pusat olahraga," ujar Rano.
Embung Kebagusan dibangun untuk mereduksi debit banjir pada sistem aliran saluran penghubung Joe (sistem Kali Mampang-Krukut) sekitar 2,3 persen.
Apabila debit air pada sistem aliran saluran penghubung Joe semula 30,07 meter kubik per detik, maka embung tersebut dapat mereduksi debit air menjadi 29,38 meter kubik per detik.
Pembangunan embung yang menelan biaya sekitar Rp62 miliar tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Baca juga: Pemprov DKI tambah embung untuk reduksi debit banjir
Baca juga: DKI pastikan pembangunan embung Cakung Barat dimulai pada 2026
Baca juga: SDA Jaksel bangun embung di Pesanggrahan untuk pengendalian banjir
"Selain sebagai kolam tampungan dalam pengendalian banjir, waduk atau embung ini juga berfungsi sebagai ruang publik. Rencananya, ada taman, ada tempat bermain, ada sarana olahraga, ada lapangan sepak bola mini," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Jakarta, Jumat.
Embung Kebagusan berlokasi di Jalan Baung, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, atau di belakang apartemen Kebagusan City, dengan total luas sekitar dua hektare.
Embung tersebut berada di lahan milik Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta seluas 1,3 hektare dan Dinas Pertamanan dan Kehutanan DKI Jakarta seluas 1 hektare.
Dari total luas area embung itu, sekitar 0,5 hektare akan digunakan untuk ruang publik dan 0,7 hektare untuk area hijau.
"Dengan adanya Embung Kebagusan ini, untuk banjir, kita bisa kelola untuk menjadi pengendali banjir. Tetapi saat tidak hujan, bisa dimanfaatkan oleh warga, minimal menjadi pusat olahraga," ujar Rano.
Embung Kebagusan dibangun untuk mereduksi debit banjir pada sistem aliran saluran penghubung Joe (sistem Kali Mampang-Krukut) sekitar 2,3 persen.
Apabila debit air pada sistem aliran saluran penghubung Joe semula 30,07 meter kubik per detik, maka embung tersebut dapat mereduksi debit air menjadi 29,38 meter kubik per detik.
Pembangunan embung yang menelan biaya sekitar Rp62 miliar tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Baca juga: Pemprov DKI tambah embung untuk reduksi debit banjir
Baca juga: DKI pastikan pembangunan embung Cakung Barat dimulai pada 2026
Baca juga: SDA Jaksel bangun embung di Pesanggrahan untuk pengendalian banjir




