Rasanya yang manis dan tampilannya yang lucu membuat permen digemari semua usia, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, semua suka camilan yang satu ini. Apalagi, banyak permen dikemas dengan warna-warna cerah dan desain menarik yang bikin orang tergoda untuk membeli.
Bagi penggemar permen, kamu mungkin sudah tak asing lagi dengan White Rabbit, permen kenyal dengan bungkus putih bergambar kelinci. Ya, permen ini sering terlihat di toples-toples camilan di supermarket atau toko jajanan.
Namun, bagi konsumen Muslim, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan, bahwa permen White Rabbit dinyatakan tidak halal.
Informasi tentang ketidakhalalan permen White Rabbit sebenarnya bukan hal baru. Dikutip dari laman LPPOM MUI, permen ini diketahui mengandung protein babi.
Sebelumnya, perwakilan Kementerian Malaysia, Fuziah Salleh telah mengeluarkan pernyataan keras dengan mengatakan bahwa permen White Rabbit haram. Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah pemerintah melakukan pengujian sampel produk di Laboratorium Kimia Nasional atas permintaan Kementerian Agama Malaysia.
Hasilnya, mereka menemukan kandungan protein babi dalam produk permen White Rabbit. Menindaklanjuti hal tersebut, Lembaga Jabatan Kemajuan Islam (JAKIM) juga ikut melakukan pengujian dan mendapati jejak DNA babi dan sapi dalam permen tersebut.
Dalam pernyataan tersebut, Direktur Utama LPPOM MUI, Muti Arintawati, juga menjelaskan bahwa LPPOM MUI belum melakukan pemeriksaan langsung karena produsen maupun distributor belum mengajukan sertifikasi halal.
Karena produk ini sudah dinyatakan mengandung babi dan dicantumkan dalam kemasannya, maka produk tersebut jelas haram dikonsumsi oleh konsumen Muslim.
“Masyarakat harus lebih waspada dalam memilih makanan dan jajanan untuk anak-anak. Pastikan bahwa produk yang disajikan telah terjamin kehalalannya,” ujar Muti seperti dikutip dari laman LPPOM, Jumat (30/1).
Permen Legendaris asal ChinaPermen White Rabbit sendiri memang sudah ada sejak lama. Mengutip South China Morning Post, permen ini pertama kali muncul pada 1940-an dan telah dikenal sebagai permen legendaris di China berkat branding khas serta pembungkus kertas nasi yang bisa dimakan.
Meski menjadi produk ikonik, tidak semua penggemar tahu bahwa permen ini awalnya tidak menampilkan kelinci. Diluncurkan pada 1943 oleh perusahaan swasta ABC dan terinspirasi permen krim Inggris, permen ini awalnya bernama Mickey Mouse Sweets dengan gambar karakter Disney.
Namun, karena situasi politik pada 1950-an membuat penggunaan citra Barat menjadi sensitif, hingga akhirnya logo Mickey Mouse diganti dengan kelinci pada 1959, dan nama White Rabbit resmi digunakan.
Pada 1976, perusahaan ABC diakuisisi oleh perusahaan milik negara Guan Sheng Yuan Food Co. Pabrik baru mereka bahkan dibuka pada 2013 di distrik Fengxian, Shanghai, lengkap dengan patung kelinci raksasa yang menyambut pengunjung.
Selama bertahun-tahun, White Rabbit menjadi salah satu permen paling populer di China. Bahkan, sebelum era keterbukaan ekonomi, permintaan permen ini sering melebihi produksi. Banyak pembeli rela datang langsung ke pabrik untuk membeli dalam jumlah besar dan menjualnya ke daerah lain.
“Puncak kejayaan White Rabbit ada pada 1980-1990-an, saat merek asing belum banyak masuk. Kalau orang ingin beli permen, White Rabbit langsung terlintas di pikiran,” kata Shen Qinfeng, manajer pemasaran Guan Sheng Yuan Food Group.
Kini, selera konsumen berubah dan pasar semakin kompetitif dengan kehadiran permen impor dari berbagai negara. White Rabbit pun terus berinovasi untuk bertahan di pasar global.




