Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Pemerintah Indonesia mengebut pembangunan fisik KopDes Merah Putih guna memperkuat distribusi pangan di tingkat desa.
Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan fisik sekitar 30.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih selesai pada Maret 2026.
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat rantai pasok pangan dan ekonomi kerakyatan di seluruh pelosok negeri.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa proses pembangunan yang berlangsung secara bertahap adalah hal yang lumrah dalam proyek berskala nasional. Menurutnya, jumlah koperasi yang berdiri akan terus meningkat seiring berjalannya waktu.
"Jadi kalau KopDes belum semua (selesai), itu wajar. Namun, nantinya KopDes akan berkembang seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG); akan terus terakselerasi karena didukung fasilitas seperti armada kendaraan dan cold storage," ujar Zulkifli dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat 30 Januari 2026.
Tahapan Operasional Pasca-Konstruksi
Meskipun target pembangunan fisik diproyeksikan selesai pada kuartal pertama tahun ini, Zulkifli menekankan bahwa rampungnya bangunan tidak serta-merta menandakan kesiapan operasional penuh.
Terdapat jeda waktu yang diperlukan untuk melengkapi infrastruktur pendukung di dalam koperasi tersebut.
Ia memperkirakan dibutuhkan waktu tambahan sekitar dua bulan setelah konstruksi selesai untuk proses pengadaan barang dan fasilitas distribusi.
"Selesai dibangun bukan berarti langsung beroperasi penuh. Kami menargetkan 30.000 bangunan kelar pada rentang Maret hingga Mei. Setelah itu, perlu waktu sekitar dua bulan untuk pengisian stok sembako, gas, hingga pengadaan kendaraan operasional," jelasnya lebih lanjut.
Visi Penguatan Ekonomi Desa
Program KopDes Merah Putih ini dirancang untuk menjadi pilar distribusi pangan yang efisien. Dengan adanya fasilitas penyimpanan suhu rendah (cold storage) dan mobil operasional, pemerintah berharap stabilitas harga pangan di tingkat desa dapat lebih terjaga.
Langkah ini dipandang sebagai upaya sistematis pemerintah untuk mengintegrasikan penguatan ekonomi desa dengan program strategis nasional lainnya, guna memastikan akses pangan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Editor: Redaksi TVRINews

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485666/original/069017600_1769520215-20260127BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Korea_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-05.jpg)


