JAKARTA, KOMPAS.TV - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada Kamis (29/1/2026) pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam.
IHSG mulai anjlok pada Rabu (28/1/2026). Pada Kamis, IHSG merosot 665,89 poin atau setara 8,00 persen ke level 7.654,66.
Anjloknya IHSG kerap memicu kepanikan, terutama bagi investor pemula yang belum terbiasa menghadapi fluktuasi pasar. Padahal, dilansir laman resmi BEI, penurunan IHSG bukan selalu pertanda buruk.
Koreksi pasar merupakan bagian siklus investasi dan bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari sentimen global, kebijakan ekonomi, hingga kondisi geopolitik.
Investor perlu memahami situasi ini agar tetap tenang dan mampu mengambil langkah yang lebih rasional.
Baca Juga: Dirut BEI Iman Rachman Mundur Usai Gejolak IHSG Dua Hari Terakhir
Lantas, apa langkah aman yang bisa dilakukan investor pemula saat IHSG anjlok? Dilansir laman Media Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan investor pemula saat IHSG anjlok.
5 Langkah Aman Investor Pemula saat IHSG Anjlok1. Hindari Keputusan Emosional
Reaksi emosional seperti panik atau takut tertinggal momentum, kerap dialami investor pemula saat IHSG anjlok. Kondisi pasar yang bergejolak sering memicu keputusan impulsif, seperti menjual saham tanpa analisis atau justru membeli hanya karena ikut-ikutan tren.
Padahal, keputusan investasi yang didasarkan pada emosi, berisiko menimbulkan kerugian lebih besar. Oleh karena itu, investor pemula perlu tetap tenang dan berpegang pada rencana investasi yang telah disusun sejak awal.
2. Evaluasi Portofolio
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- Ihsg anjlok
- Tips Investasi Saham
- Tips investor pemula hadapi IHSG anjlok
- Ihsg
- bursa efek indonesia
- investor pemula





