Menteri Keuangan Purbaya menanggapi positif keputusan Iman Rachman mundur sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) imbas trading halt (pembekuan perdagangan) selama dua hari berturut-turut.
Menurut Purbaya, keputusan Iman mundur merupakan bentuk tanggung jawab terhadap anjloknya IHSG yang berimbas pada trading halt.
"Karena dia, kan, tidak nge-follow up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan dia yang fatal di situ, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin, yang kalau enggak cepat dibetulin, kan, bisa mengganggu yang lain-lain," kata Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1).
IHSG rontok hingga 8 persen imbas pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait perubahan metodologi penilaian free float saham di Indonesia. MSCI membekukan sementara rebalancing indeks di pasar saham Indonesia, hingga otoritas terkait menemukan menjamin mekanisme free float di Tanah Air.
Keputusan MSCI ini berlaku efektif segera dan mencakup seluruh perubahan indeks, baik yang berasal dari peninjauan indeks maupun aksi korporasi.
"Dia anggapnya ekonominya nggak stabil. Padahal, kan, saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh. Kemarin, kan, orang bea cukai saya ganti 34-35 orang. Minggu depan mungkin sekitar 70 orang orang pajak saya akan putar. Yang ketahuan-ketahuan main-main saya akan putar ke tempat yang lebih sepi. Jadi kita melakukan perbaikan yang sungguh-sungguh. Nanti tiap Senin kita akan berjalan terus debottlenecking," jelasnya.
Purbaya menyatakan, perbaikan fondasi ekonomi terus dilakukan dan pihaknya telah berkomunikasi dengan bank sentral supaya ekonomi bisa tumbuh 6 persen tahun ini.
"Kami juga sudah berkomunikasi lebih dekat dengan central bank. Sehingga likuidasi pasar juga cukup untuk ekonomi tumbuh 6 persen tahun ini," pungkasnya.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5312156/original/028552100_1754906320-1000195600.jpg)
