VIVA – Ambisi menyapu bersih trofi di satu musim selalu menjadi tolok ukur supremasi klub elite Eropa. Namun musim 2025–2026 kembali membuktikan betapa tipisnya margin kegagalan.
Sejumlah raksasa seperti Real Madrid, PSG, dan Liverpool sudah tersingkir dari kompetisi piala, memastikan mimpi treble atau quadruple mereka kandas lebih awal.
Di tengah gugurnya para unggulan, masih tersisa 12 klub dari lima liga top Eropa yang secara matematis belum kehilangan peluang meraih seluruh gelar utama. Berikut peringkat mereka, dari yang paling kecil hingga paling besar peluangnya.
Peluang Leverkusen praktis berada di titik nadir. Ketertinggalan 21 poin dari Bayern Munich di Bundesliga membuat kans juara liga hampir mustahil. Dengan situasi domestik yang timpang, jalan menuju sapu bersih trofi nyaris tertutup.
11. Newcastle United- Owen Humphreys/PA via AP
Newcastle menghadapi dua tembok besar sekaligus. Defisit dua gol di semifinal Piala Liga melawan Manchester City dan jarak 17 poin dari Arsenal di liga membuat ruang manuver mereka sangat terbatas. Peluang masih ada di atas kertas, tetapi realitas berbicara lain.
10. Chelsea- Instagram @chelseafc
Chelsea berada di kategori serupa. Meski kerap tampil mengejutkan di laga besar Eropa, dua kompetisi domestik sudah berada di luar jangkauan. Liga Champions tetap terbuka, tetapi satu trofi saja sudah menjadi pencapaian besar musim ini.
9. AS MonacoKekalahan telak 1-6 dari Real Madrid mencerminkan kondisi Monaco saat ini. Mereka terpuruk di peringkat kesembilan Ligue 1 dan tertinggal 20 poin dari Lens. Meski belum tersingkir secara matematis, peluang menyapu gelar nyaris simbolis.
8. MarseilleMarseille memiliki satu celah realistis lewat Coupe de France, terutama setelah PSG tersingkir. Namun di Ligue 1, ketertinggalan tujuh poin dari PSG sulit dikejar. Ambisi treble mereka terhambat konsistensi domestik.
7. Napoli- Instagram @officialsscnapoli
Napoli kembali menunjukkan rapuhnya performa Eropa. Hasil imbang melawan FC Copenhagen yang bermain dengan sepuluh orang menegaskan posisi mereka di Liga Champions yang tidak meyakinkan. Fokus ke Scudetto menjadi jalur paling logis, sekaligus mengubur mimpi menyapu semua gelar.




