GenPI.co - Jepang dan Amerika Serikat sepakat meningkatkan produksi bersama peralatan militer.
Langkah ini muncul seiring meningkatnya tekanan China terhadap negara-negara tetangganya di Asia.
Jepang pun tengah menghadapi perselisihan diplomatik yang sengit dengan China.
Kesepakatan ini dicapai setelah Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi bertemu dengan Kepala Pentagon Pete Hegseth di Washington.
Selain membahas produksi peralatan militer, mereka juga berjanji memperkuat kerja sama dalam rantai pasokan, termasuk mineral penting yang dibutuhkan untuk pertahanan.
Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan aliansi Jepang-AS tetap teguh di tengah lingkungan keamanan Asia yang memburuk dengan cepat.
"Jepang-AS sepakat untuk lebih memajukan produksi bersama rudal udara-ke-udara dan pencegat permukaan-ke-udara," demikian pernyataan resmi Kemenhan Jepang, dilansir AFP, Kamis (29/1).
Kedua negara juga berkomitmen memperluas latihan gabungan yang lebih canggih dan praktis di berbagai lokasi, termasuk wilayah barat daya.
Memperkuat pertahanan di wilayah barat daya, yang mencakup pulau-pulau subtropis Okinawa, menjadi salah satu prioritas utama Jepang.
Okinawa, lokasi pangkalan militer AS di Jepang, berfungsi sebagai pos terdepan untuk memantau China, Selat Taiwan, dan Semenanjung Korea.
Tokyo dan Washington menekankan pentingnya lokasi tersebut secara strategis.
Lebih lanjut, Tokyo juga terus meningkatkan anggaran militer.
Pada Desember 2025, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyetujui anggaran pertahanan sebesar 9 triliun yen untuk tahun fiskal, sebuah rekor baru. (*)
Kalian wajib tonton video yang satu ini:




