Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
BPBD: Ketinggian Air Capai Tiga Meter Lebih
Luapan Sungai Ciliwung yang dipicu oleh tingginya curah hujan di wilayah hulu dan lokal menyebabkan banjir besar yang merendam sedikitnya 38 Rukun Tetangga (RT) di kawasan Jakarta Timur, Jumat 30 januari 2026.
Otoritas setempat melaporkan titik terdampak paling parah mengalami kenaikan muka air hingga melebihi tiga meter.
Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur, Ali Kojim, mengonfirmasi bahwa banjir ini merupakan dampak akumulatif dari hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Kamis 29 Januari 2026 malam, ditambah dengan volume air kiriman dari wilayah Bogor.
"Banjir merendam 38 RT yang tersebar di dua kecamatan. Di beberapa lokasi, ketinggian air bahkan tercatat melampaui angka tiga meter. Faktor utamanya adalah luapan Kali Ciliwung dan intensitas hujan lokal," ujar Ali dalam keterangan resminya di Laman BPBD Jakarta
Peningkatan Status Siaga
Berdasarkan data teknis, kenaikan debit air sudah terdeteksi sejak Kamis malam saat Bendung Katulampa di Bogor mencapai status Siaga 3 dengan Tinggi Muka Air (TMA) menyentuh 120 sentimeter.
Peningkatan volume air dari hulu tersebut bergerak menuju Depok hingga akhirnya membanjiri wilayah hilir di Jakarta dalam hitungan jam.
Hingga Jumat pukul 06.00 WIB, BPBD mencatat sebaran banjir meluas ke lima kelurahan di 13 RW. Dampak sosial dari bencana ini mencakup sedikitnya 1.830 jiwa atau sekitar 581 kepala keluarga yang kini harus menghadapi genangan air di pemukiman mereka.
Wilayah Terdampak Signifikan
Kecamatan Kramat Jati menjadi wilayah dengan kondisi paling kritis. Kelurahan Cawang, khususnya di kawasan Jalan Taman Harapan, mencatat lonjakan ketinggian air yang ekstrem.
Dari ketinggian awal 210 sentimeter pada dini hari, air terus merangkak naik hingga mencapai puncaknya di angka 350 sentimeter menjelang pagi hari.
Kondisi serupa juga terlihat di beberapa titik lainnya:
• Kelurahan Cililitan : Genangan di Jalan Musholla Al Hikmah terpantau mencapai 200 sentimeter.
• Kelurahan Balekambang : Ketinggian air di Jalan Balai Rakyat bersifat fluktuatif di kisaran 100 hingga 165 sentimeter.
• Kecamatan Jatinegara: Wilayah Kampung Melayu dan Bidara Cina turut terendam dengan ketinggian air rata-rata antara 60 hingga 200 sentimeter.
Langkah Darurat
Pihak berwenang saat ini terus melakukan pemantauan intensif di sepanjang aliran sungai. Personel gabungan telah disiagakan di titik-titik rawan untuk mengantisipasi adanya kenaikan air susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan potensi kiriman air dari wilayah hulu.
"Petugas kami tetap berada di lapangan dalam posisi siaga penuh karena kemungkinan kenaikan debit air susulan masih ada," tambah Ali.
Hingga berita ini diturunkan, upaya penanganan darurat dan koordinasi antarinstansi terus dilakukan guna meminimalisir risiko lebih lanjut bagi warga terdampak.
Editor: Redaksi TVRINews


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4132900/original/078262600_1661238829-vonis.jpeg)


