Perjalanan Whoosh Terganggu Layang-layang hingga Biawak, KCIC Imbau Warga

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

KCIC menyoroti sejumlah gangguan yang menghambat perjalanan Whoosh sepanjang 2025. Beberapa di antaranya terjadi karena layang-layang hingga biawak.

Perjalanan Whoosh Terganggu Layang-layang hingga Biawak, KCIC Imbau Warga. (Foto: Dok. Whoosh)

IDXChannel - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyoroti sejumlah gangguan yang menghambat perjalanan Kereta Cepat Whoosh sepanjang 2025. Beberapa di antaranya terjadi karena layang-layang hingga biawak. 

KCIC mencatat ketepatan waktu perjalanan Whoosh tetap terjaga di angka tinggi. Ketepatan waktu keberangkatan Whoosh tercatat 99,04 persen, dengan rata-rata keterlambatan hanya 10,8 detik per perjalanan.

Baca Juga:
Begini Persiapan KCIC Pastikan Operasional Whoosh Tetap Aman Selama Musim Hujan

Sementara itu, ketepatan waktu kedatangan mencapai 88,62 persen, dengan rata-rata keterlambatan 33 detik per perjalanan.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan sepanjang 2025 KCIC mengoperasikan 21.907 perjalanan Whoosh, meski menghadapi berbagai gangguan eksternal.

Baca Juga:
Whoosh Ramai Turis Malaysia, Bandung Jadi Tujuan Wisata Belanja

"Sepanjang 2025, tercatat 164 kejadian gangguan yang menyebabkan keterlambatan perjalanan. Gangguan terbanyak berasal dari layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS), dengan total 74 kejadian," kata Eva dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Selain itu, kata Eva, perjalanan Whoosh juga sempat terganggu akibat kereta menabrak biawak yang masuk ke jalur rel, tercatat sebanyak 25 kejadian. Faktor lainnya berasal dari cuaca buruk, dengan total 18 kejadian.

Baca Juga:
Turis Asing Pengguna Whoosh Naik 60 persen di 2025, Terbanyak dari Malaysia

Eva mengingatkan, bermain layang-layang di sekitar jalur Whoosh sangat berbahaya dan dapat merusak infrastruktur kelistrikan serta mengganggu keselamatan perjalanan kereta.

"Gangguan akibat layang-layang paling sering terjadi di wilayah Padalarang dan Cimahi, khususnya di jalur antara Stasiun Padalarang hingga Tegalluar Summarecon, terutama saat musim liburan sekolah," ujar Eva.

Eva menjelaskan bahwa pihaknya meminimalkan gangguan, dengan melakukan sosialisasi ke sekolah dan permukiman warga di sekitar jalur, mengoperasikan 1.846 unit CCTV, serta menyiagakan 530 petugas pengamanan yang berjaga 24 jam setiap 500 meter dan berkoordinasi dengan TNI–Polri.

"KCIC kembali mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang dalam radius tiga kilometer dari jalur Whoosh demi keselamatan perjalanan kereta cepat yang melaju hingga 350 kilometer per jam," tuturnya.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ricuh! Tak Terima Pagar Perumahan Dibongkar, Warga dan Satpol PP Saling Dorong | KOMPAS PETANG
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Gus Yaqut Rampung Diperiksa KPK Usai 5 Jam
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Dari Teras Rumah, Ibu Bangun Aset dan Pendidikan Anak
• 6 jam laluherstory.co.id
thumb
Polres Jaksel Kolaborasi dengan Warga Bukit Duri untuk Cegah Tawuran
• 21 menit laludetik.com
thumb
Saham Konglomerat PTRO hingga CUAN Bangkit Cepat Usai Longsor, Intip Pemicunya
• 11 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.