Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman dengan memastikan operasional bursa tetap berjalan normal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan OJK menghormati keputusan Iman Rachman yang memilih mundur di tengah gejolak pasar.
"Kami menghargai keputusan bapak Iman untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama BEI. Keputusan tersebut kami pandang sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap peristiwa saat ini," ujar Inarno saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1).
Dia menyebut, pengunduran diri pimpinan tertinggi BEI takkan mengganggu jalannya kegiatan pasar modal.
"OJK memastikan pengunduran diri tersebut tidak mengganggu operasional bursa," katanya.
Inarno menyampaikan, sesuai ketentuan yang berlaku, OJK akan segera menunjuk Plt Direktur Utama BEI guna menjaga kesinambungan operasional dan kebijakan strategis bursa.
"Selanjutnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, OJK akan menunjuk Pelaksana Tugas Direktur Utama BEI untuk kesinambungan operasional strategis," jelasnya.
"Segera, segera, tentunya segera [penunjukan Plt Direktur Utama BEI]," sambung dia.
OJK, kata Inarno, juga akan mengambil peran aktif dalam agenda pembenahan dan reformasi pasar modal ke depan.
“Kami akan berkantor di sini tentunya di OJK dan di sini, kami akan mengambil peran utama reformasi keberlanjutan yang disampaikan kemarin,” ujar Inarno.
Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya, menyusul gejolak pasar yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt selama dua hari berturut-turut, dari hari Rabu (28/1) dan Kamis (29/1).
Pernyataan pengunduran diri tersebut disampaikan Iman bertepatan saat pembukaan perdagangan Jumat (30/1), di saat IHSG menunjukkan perbaikan dengan menguat 1,77 persen ke level 8.377,92.



