Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Pemerintah memastikan resiliensi ekonomi Indonesia tetap terjaga melalui penguatan sistem logistik nasional yang semakin efisien, terintegrasi, dan adaptif. Upaya ini menjadi langkah krusial dalam merespons dinamika global yang terus berubah.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menegaskan pentingnya peran logistik sebagai tulang punggung ekonomi saat menghadapi guncangan internasional.
“Logistik menjadi kunci utama, pada saat terjadi dinamika geopolitik global selalu yang terpengaruh duluan adalah masalah logistik supply chain dan itu ongkosnya sangat mahal sekali,” ujar Susiwijono Moegiarso dalam keterangannya pada Jumat 30 Januari 2026.
Susiwijono turut menjelaskan bahwa penguatan kinerja logistik merupakan bagian dari mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Strategi ini dijalankan melalui revitalisasi ekonomi konvensional, pengembangan ekonomi berbasis teknologi, serta peningkatan produktivitas sumber daya manusia.
Pemerintah juga optimis bahwa efisiensi biaya logistik akan menjadi penopang utama daya saing ekonomi nasional, didukung oleh stabilitas makro ekonomi dan iklim investasi yang kondusif.
“Saya ingin membangun optimisme, di tengah tantangan dan ketidakpastian global, (fundametal) ekonomi kita masih kuat. Ke depan, peran APJP menjadi semakin penting untuk mendorong peningkatan daya saing ekonomi nasional, tidak hanya melalui dukungan kelancaran ekspor-impor, tetapi juga melalui kontribusi pemikiran, kajian, dan riset kebijakan guna membantu penyelesaian berbagai isu strategis kepabeanan dan logistik nasional dalam konteks yang lebih luas,” pungkas Susiwijono.
Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, Indonesia diharapkan mampu meminimalkan dampak hambatan logistik global dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Editor: Redaksi TVRINews




