Pembiayaan Hijau China Diramal Lanjutkan Akselerasi, Tembus US$6,8 Triliun

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pertumbuhan sektor pembiayaan hijau di China terus terakselerasi dalam 10 tahun terakhir dengan aliran pendanaan menembus US$6,8 triliun menurut mantan penasihat bank sentral China.

“Nilai outstanding pembiayaan hijau yang mencakup obligasi hijau, utang dan ekuitas tercatat melesat dari hanya US$1 triliun pada 2015,” papar Ma Jun, pendiri dan presiden Institut Keuangan dan Keberlanjutan yang berbasis di Beijing, serta mantan anggota komite kebijakan moneter Bank Rakyat China (People’s Bank of China/PBOC), dikutip dari Bloomberg, Jumat (30/1/2026).

Dia mengemukakan bahwa China memiliki sistem pembiayaan hijau terbesar di dunia dan memperkirakan sektor ini tetap kuat pada masa mendatang.

Pesatnya pertumbuhan pembiayaan hijau di China, lanjut Ma, tak lepas dari kehadiran arahan kebijakan tingkat tinggi pada 2016 yang disetujui oleh Presiden Xi Jinping. Kehadiran regulasi tersebut mengirimkan sinyal bahwa pemerintah China dan seluruh jajarannya benar-benar berkontribusi dalam penghijauan sistem keuangan dan ekonomi.

“Semua tingkatan pejabat, mereka benar-benar mengawasi apakah Anda berperilaku dengan cara yang benar untuk membantu negara dalam penghijauan sistem keuangan, serta ekonomi," kata Ma.

Pertumbuhan pembiayaan hijau juga memperkuat dominasi China dalam manufaktur hijau yang mencakup baterai, panel surya dan turbin angin. Sektor-sektor tersebut cenderung membutuhkan investasi tinggi dan pengembalian yang cenderung panjang.

Baca Juga

  • Sektor Swasta Himpun Dana Transisi Energi Hingga Rp3.859 Triliun dalam 10 Tahun
  • Kaltim Matangkan Skema Perdagangan Karbon untuk Tekan Emisi
  • Nasib Emiten Energi Hijau saat IHSG Merah karena MSCI

Perkiraan Ma mengenai posisi pembiayaan hijau China sejalan dengan perhitungan Platform on Sustainable Finance Uni Eropa yang mencatat total outstanding utang hijau di Eropa mencapai 1,7 triliun euro (US$2 triliun) pada akhir 2023.

Tahun lalu, China mencatat rekor penerbitan obligasi hijau senilai US$140,6 miliar berdasarkan data Bloomberg Intelligence. Penjualan obligasi hijau negara pertama China juga berhasil menghimpun dana senilai 6 miliar yuan (US$862 juta) untuk membiayai kegiatan seperti mitigasi perubahan iklim, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pengendalian polusi.

Perkembangan pesat pembiayaan hijau di China turut didorong oleh puluhan kebijakan nasional yang mendukung sektor ini. Pada Oktober, PBOC bersama regulator keuangan China merilis katalog proyek baru untuk menyeragamkan standar dalam berbagai produk pembiayaan hijau.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bos Pentagon Tegaskan Siap Serang Iran: Kami Laksanakan Apapun Trump Inginkan
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Bernardo Tavares Ungkap Ada Peluang Persebaya Kembali Ramaikan Bursa Transfer
• 14 jam lalugenpi.co
thumb
Media Belanda Bocorkan Alasan Ajax Amsterdam Kepincut Maarten Paes: Cadangan Ideal
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Soal Kasus Hogi Minaya, Kapolda DIY Sebut Sudah Sosialisasi KUHP-KUHAP 25 Kali
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
12 Klub Eropa yang Masih Berpeluang Raih Treble atau Quadruple Musim Ini
• 6 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.