SAMPANG, iNews.id - Seorang polisi wanita (polwan) live TikTok di ruang kerja Polres Sampang menjadi sorotan publik. Anggota Polres Sampang berinisial Brigadir AW ini kedapatan melakukan siaran langsung dari dalam ruang Unit PPA Satreskrim.
Kapolres Sampang AKBP Hartono memastikan akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap Brigadir AW atas tindakan tersebut. Saat ini, kasusnya sudah ditangani Seksi Profesi dan Pengamanan (Sie Propam) Polres Sampang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Brigadir AW mengakui telah melakukan live TikTok menggunakan akun pribadinya dari dalam ruang Unit PPA Satreskrim Polres Sampang.
Meski dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB atau di luar jam dinas, tindakan tersebut dinilai melanggar etika profesi karena menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi yang tidak berkaitan dengan tugas kedinasan.
“Kami tidak akan pandang bulu dalam menegakkan disiplin. Brigadir AW akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku di lingkungan Kepolisian. Anggota Polri harus menyadari bahwa mereka adalah representasi institusi, baik saat bertugas maupun di luar jam dinas,” ujar Hartono dikutip dari iNews Surabaya, Jumat (30/1/2026).
Kapolres menambahkan, dia bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Sampang telah berulang kali mengingatkan seluruh personel agar menjauhi pelanggaran disiplin dan kode etik, termasuk dalam penggunaan media sosial.
Hartono juga menekankan pentingnya kebijaksanaan anggota Polri dalam bermedia sosial, khususnya saat berada di lingkungan kerja. Menurutnya, setiap personel harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat, baik di dunia nyata maupun digital.
Sebagai tindak lanjut kasus polisi live TikTok di ruang kerja Polres Sampang, Kapolres Sampang pada Jumat pagi (30/1/2026) mengumpulkan seluruh anggota usai apel pagi untuk memberikan arahan khusus.
Dalam arahannya, Kapolres kembali menegaskan aturan penggunaan media sosial serta meminta seluruh personel fokus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Saya minta seluruh anggota fokus pada tugas pelayanan kepada masyarakat. Jadilah teladan dan jangan mencederai citra Polri hanya demi konten di media sosial. Saya berharap ini menjadi kejadian terakhir di Polres Sampang,” katanya.
Original Article



