JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, kembali terendam banjir setinggi 20–30 sentimeter pada Kamis (29/1/2026) pagi hingga malam.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, genangan terjadi di beberapa titik, mulai dari sekitar Samsat Jakarta Barat, Taman Kota, hingga area Halte Jembatan Gantung hingga Rumah Pompa Daan Mogot KM 13 setinggi 40 sentimeter (cm).
Baca juga: Separator Busway Dibongkar Warga, Transjakarta Belum Bisa Melintasi Daan Mogot
Akibatnya, arus lalu lintas pun mengalami kelumpuhan sejak pagi hingga siang hari dan menjadi cerita perjalanan yang menguji kesabaran para warga pengguna jalan yang terjebak macet.
Satu Jam Cuma Jalan 200 Meter
Wildan (35) seorang sopir mobil boks mengaku sudah terjebak macet selama hampir tiga jam di Jalan Daan Mogot.
"Saya berangkat dari Peta Selatan Kalideres tadi jam tujuh lewat. Sampai sekarang masih kejebak," ucap Wildan saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis.
Bahkan, Wildan mengaku hanya bisa berjalan sejauh 200 meter dalam kurun waktu satu jam.
"Dari Halte Jembatan Baru tadi sampai sini (depan SDN Cengkareng Timur 01) saya udah satu jam lebih. Enggak gerak sama sekali soalnya, bener-bener enggak gerak," ucap Wildan.
Baca juga: Banjir Daan Mogot Jakbar Mulai Surut, Arus Lalu Lintas Lancar
Ia pun mengaku sudah terjebak di tengah kemacetan dan tidak bisa mencari jalur alternatif lain.
"Mau puter balik juga enggak bisa kan mobil. Boro-boro, ini bisa gerak ada syukur, penuh banget, sama sekali berhenti ini," kata dia.
KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Jalan Daan Mogot KM 13 masih terendam banjir setinggi 40 sentimeter (cm) hingga Kamis (29/1/2026) siang
Sementara itu, David (40), sopir truk yang berjam-jam terjebak kemacetan di Daan Mogot menilai persoalan banjir dan macet di kawasan tersebut terus terjadi tanpa solusi nyata.
"Bingung lah kami ini, juga kemarin juga begini kan. Kayak enggak belajar gitu," ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis.
David menilai banjir dan kemacetan membuat masyarakat merugi, termasuk dirinya karena jadwal bongkar muat menjadi tertunda hingga malam hari.
Ia bahkan memilih mematikan mesin kendaraannya untuk menghemat bahan bakar di tengah kemacetan panjang.
Penumpang Transjakarta Jalan Kaki
Kemacetan Jalan Daan Mogot turut membuat bus Transjakarta terjebak hingga tak bergerak.