JAKARTA, KOMPAS.com - Tri, warga Tanah Rendah, Jatinegara, Jakarta Timur, terpaksa mengambil cuti kerja setelah rumahnya terendam banjir dengan ketinggian cukup tinggi.
Hal ini karena ia harus mengevakuasi barang-barang serta istri dan dua anaknya menuju tempat pengungsian di SD Kampung Melayu 01.
"Ini cuti dadakan, kan sayang juga kepotong karena banjir. Tapi mau gimana lagi, kasian kalau istri sendirian ngurusin," kata Tri Saat ditemui di pengungsian, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: Ketika Anna Kenang Sosok Ahok Saat Banjir Merendam Rumahnya di Jaksel
Tri mengungsi ke SDN Kampung Melayu 01 sekitar pukul 06.00 WIB. Saat tiba, lokasi pengungsian tersebut sudah dipenuhi warga dari Tanah Rendah dan Kebon Pala.
"Pas ke SD sudah pada ngetagin pagi tadi, makanya tadi ada yang ke SMP sebelah buat ngungsi sementara," ujar dia.
Sebelum menuju pengungsian, Tri sempat mengungsi ke rumah kakak iparnya yang berada di kawasan Tanah Rendah, Namun, rumah tersebut juga tergenang banjir.
"Iya, kita hitungannya agak telat, karena kan enggak langsung ke sekolah," katanya.
Tri mengaku lelah karena banjir kerap melanda rumahnya. Ia telah tinggal di kawasan tersebut sejak kecil.
"Bulan ini sering banjir, tapi mau gimana lagi? Daripada ngontrak," kelas Tri.
Meski begitu, Tri bersedia jika dilakukan normalisasi, dengan catatan dipindahkan ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa).
Namun, ia tak ingin jika direlokasi ke rusun yang terlalu jauh dari tempatnya tinggal saat ini.
Baca juga: Kebon Pala Kebanjiran, Warga Mengungsi ke SDN Kampung Melayu
"Kalau ganti rugi ya kayak duit segitu sekarang dapet berapa? Buat beli rumah mah enggak dapet. Buat ngontrak juga ngontrak abis duit itu. Ngontrak kan pada naik kalau lagi kayak gini," tutur dia.
Banjir setinggi 210 sentimeter kembali merendam Kebon Pala.
Ketinggian air nyaris menyentuh atap rumah warga. Sejumlah rumah tak lagi bisa diakses dengan berjalan kaki.
Petugas kepolisian bersama warga tampak melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir menggunakan perahu karet.
Selain itu, warga juga memasang tali tambang untuk memudahkan akses berenang menuju lokasi pengungsian.
Lokasi pengungsian berada di SD Kampung Melayu 01. Sekolah tersebut sementara diliburkan karena digunakan sebagai tempat evakuasi warga terdampak banjir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

