Limit Investasi Dana Pensiun dan Asuransi di Pasar Modal Naik Jadi 20%

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah memutuskan untuk menaikkan limit investasi dana pensiun (dapen) dan asuransi di pasar modal Indonesia, dari sebelumnya delapan persen ke angka 20 persen.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto atas arahan Presiden Prabowo Subianto, usai menghadiri rapat terbatas di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta. Rapat ini dihadiri juga oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan BPKM Rosan Roeslani, sekaligus Ketua Danantara; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa; dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria.

"Nah kemudian langkah berikutnya adalah tadi kami bahas juga dengan Pak Menteri Keuangan, dana pensiun, asuransi, itu limit untuk investasi di pasar modalnya ditingkatkan dari delapan persen ke 20 persen," kata Airlangga di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.


Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers perkembangan ekonomi terkini. Foto: Metro TV/Siti Yona Hukmana.
 

Baca Juga :

Lewat Aktivitas Investasi, Danantara Diharap Bantu 'Poles' Pasar Modal RI Biar Kinclong
Sejalan dengan standar OECD
Airlangga mengatakan, anggaran terkait dengan regulasi baru ini sejalan dengan standar di negara-negara Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). Yakni organisasi antarpemerintah internasional dengan 38 negara anggota, yang didirikan pada 1961 untuk mendorong kemajuan ekonomi dan perdagangan dunia.

"Jadi kita sudah semakin mendekati kepada permintaan daripada standar internasional. Dan Indonesia komitmen untuk mengadopsi standar-standar tersebut agar tentunya kita bisa mempertahankan standar emerging market," ujar Airlangga.

Harapannya, dengan regulasi ini pasar modal Indonesia menjadi lebih kuat, adil, kompetitif, dan transparan. Sebab, Airlangga meyakini ini merupakan sinyal kepada global market.

"Tetapi faktor fundamental ekonomi kita tetap kuat dan pemerintah tidak khawatir. Terkait dengan kondisi makro ekonomi maupun kondisi fiskal kita," ujar Airlangga.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
ASEAN Harus Tetap Solid Hadapi Tantangan Geopolitik Asia Tenggara
• 11 jam laluidntimes.com
thumb
Sudrajat Naik Derajat! Penjual Es Gabus Viral Dapat Umrah, Omzet Terus Melejit!
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Indonesia Accelerates Digital Transformation with Focus on Public Impact
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas Antam 30 Januari 2026 Turun, Simak Daftar Lengkapnya
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Sebut Pemerasan Pengurusan RPTKA Sudah Terjadi Sejak Hanif Dhakiri Jabat Menaker
• 7 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.