Sudrajat Naik Derajat! Penjual Es Gabus Viral Dapat Umrah, Omzet Terus Melejit!

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, iNews.id – Bak pepatah habis gelap terbitlah terang, nasib Sudrajat, penjual es gabus asal Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang sempat viral di media sosial karena dituduh menggunakan spons oleh oknum aparat kini berubah drastis. Simpati publik terus mengalir deras, bahkan membawa berkah ekonomi bagi komunitas penjual es gabus tradisional lainnya.

Kabar terbaru, Sudrajat mendapatkan kejutan tak terduga berupa hadiah umrah dari pengusaha sekaligus konten kreator asal Malaysia, Aishar Kaled.

Momen mengharukan terjadi saat Aishar Kaled menyambangi kediaman Sudrajat di Kabupaten Bogor. Begitu mendengar kabar akan diberangkatkan ke Tanah Suci, Sudrajat dan istrinya tak kuasa menahan tangis. Sudrajat bahkan langsung bersujud syukur di lantai rumahnya sebagai bentuk terima kasih kepada Tuhan.

Selain paket umrah, pengusaha asal negeri jiran tersebut juga memberikan sejumlah uang tunai sebagai modal usaha bagi Sudrajat yang sempat trauma akibat intimidasi yang dialaminya.

Sementara itu, di tingkat produsen, Tarumi, pembuat es gabus langganan Sudrajat, secara tegas membantah tuduhan bahan spon yang sempat viral. Ia menjelaskan bahwa tekstur es gabus yang empuk memang menyerupai busa, namun murni berasal dari bahan kue alami. 

"Bahan pembuat es kue ini bukan spon, tapi sagu, gula aren, vanili, gula pasir, garam, pasta pisang ambon, dan pewarna makanan. Pak Sudrajat sudah 30 tahun jadi pelanggan setia saya dan tidak pernah ada masalah," tegas Tarumi di rumah produksinya di Depok.

Permintaan Es Gabus Meningkat

Uniknya, tuduhan negatif tersebut justru menjadi sarana promosi gratis bagi kuliner jadul ini. Tarumi mengaku sejak kasus ini viral, pesanan es gabus buatannya meningkat tajam. Masyarakat justru penasaran dan ingin memberikan dukungan dengan membeli produk mereka.

Berkah serupa juga dirasakan oleh Zaenal, rekan sesama penjual es gabus. Ia mengaku omzetnya tetap stabil bahkan cenderung naik meski saat ini memasuki musim hujan.

"Alhamdulillah, pembeli malah banyak, didominasi anak-anak. Mereka suka teksturnya yang lembut dan manis. Tidak ada yang takut karena mereka tahu ini es kue tradisional yang aman," ungkap Zaenal.

Dengan adanya klarifikasi dari pihak produsen dan dukungan luas dari masyarakat, diharapkan kesalahpahaman mengenai keamanan es gabus tradisional ini dapat berakhir sepenuhnya.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Luhut Bertemu Airlangga, Bahas Digitalisasi Sistem Pemerintah Lewat GovTech
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Tingkat Kematian Lebih dari 95% Jumlah Kematian Akibat Rabies di Tiongkok Mencapai Rekor Tertinggi
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Panduan Lengkap Membuat Paspor Anak, Ini Penjelasan Imigrasi
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
17 RT di Jakarta Timur dan Jakarta Barat Terendam Banjir hingga 1,5 Meter
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sudinhub Jaksel tertibkan parkir liar di Pasar Cipulir
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.