Korban Longsor Pemalang Ditemukan, 2 Warga Meninggal

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita

PEMALANG, iNews.id - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil mengevakuasi korban kedua bencana tanah longsor di Dukuh Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026) siang. Korban berinisial H (68) yang ditemukan pukul 12.50 WIB dalam kondisi meninggal dunia tertimbun material longsoran.

Dengan ditemukannya korban kedua tersebut, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Sebelumnya, korban pertama lebih dahulu ditemukan petugas SAR gabungan.

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengatakan, korban longsor kedua ini ditemukan di salah satu titik pencarian setelah tim melakukan penyisiran intensif pada lokasi bencana.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan segera dievakuasi oleh tim SAR gabungan,” ujar AKBP Rendy dikutip dari iNews Pemalang, Jumat (30/1/2026).

Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Operasi pencarian melibatkan unsur lintas instansi, di antaranya Polres Pemalang, Brimob, Unit K9, TNI, BPBD, Basarnas, relawan, serta unsur pemerintah setempat.

AKBP Rendy menjelaskan, usai evakuasi korban terakhir, tim SAR kembali melakukan penyisiran guna memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun material longsor.

“Setelah dilakukan penyisiran dan dipastikan tidak ada korban tambahan, operasi pencarian resmi dihentikan dan ditutup hari ini,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Pemalang juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tanah longsor yang merenggut dua korban jiwa.

“Doa kami menyertai para korban. Semoga husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ucapnya.

Sebelumnya, korban longsor Pemalang ditemukan pertama kali pada Senin (26/1/2026). Korban bernama Aksinudin (40) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tertimbun longsor di lokasi yang sama.

Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Watukumpul. Berdasarkan keterangan warga, sebelum longsor terjadi terdengar suara gemuruh dari arah perbukitan.

Material tanah dan batu kemudian meluncur ke area ladang dan kawasan hutan Perhutani tempat para korban beraktivitas. Proses evakuasi sempat terkendala medan yang curam, material longsor yang masih labil, serta curah hujan tinggi.

Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih berisiko. Dengan korban longsor Pemalang ditemukan seluruhnya, diharapkan warga dapat lebih meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sampah Laut Membentang di Pesisir Pantai Tado
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Persib Bandung di Puncak Klademen Eliano Reijnders Ogah Remehkan Persis Solo
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Iman Rachman Mundur, BEI Segera Tunjuk Plt Dirut
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kemenkes Pastikan Belum Ada Temuan Kasus Virus Nipah di Indonesia
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Tren Karier Gen Z di 2026: Utamakan Kesehatan Mental
• 2 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.