JAKARTA, KOMPAS.com – Proses pencarian seorang pemuda berinisial IK (22) yang dilaporkan hilang tenggelam di aliran Kali Mookervart atau Cengkareng Drain, Jakarta Barat, masih terus diupayakan hingga Jumat (30/1/2026).
Memasuki hari ketiga, tim SAR gabungan harus berjibaku dengan kondisi air yang tidak bersahabat akibat cuaca ekstrem.
Komandan Peleton BPBD DKI Jakarta Korwil Jakarta Barat, Maulana Syahroni, mengungkapkan bahwa tingginya intensitas hujan yang mengguyur sejak Kamis (29/1/2026) mempengaruhi debit air sungai secara signifikan, sehingga menyulitkan penyisiran.
"Salah satu kendala memang karena ketinggian muka air dan arus Cengkareng Drain. Kemarin tinggi muka air Angke Hulu dan Pesanggrahan bahkan naik status Siaga 3," ujar Maulana saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (30/1/2026).
Kondisi arus yang deras akibat naiknya volume air ini mempersulit petugas dalam melakukan pencarian, baik secara visual menggunakan senter maupun penyisiran dengan perahu karet (LCR).
Baca juga: Pamit Melamar Kerja, Pemuda di Cengkareng Hilang Usai Lompat ke Kali Mookervart
Progres Pencarian
Meskipun terkendala, operasi SAR tetap dilanjutkan sejak pagi hari tadi mulai pukul 07.00 WIB.
Tim kembali menyusuri aliran Cengkareng Drain dengan membagi personel ke beberapa titik.
"Sejauh ini korban belum ditemukan, nanti sore akan dikabarkan lagi mengenai hasil pencarian hari ini atau apakah saat korban ditemukan," kata Maulana.
Baca juga: Kerap Maki Pengendara Jika Tak Diberi Uang, 28 Pak Ogah di Cengkareng Ditangkap
Kronologi Jatuhnya IK
IK (22) sebelumnya dilaporkan hilang usai melompat ke sungai saat hendak pergi melamar kerja bersama rekannya pada Rabu (28/1/2026).
Korban sebenarnya sempat terlihat berupaya menyelamatkan diri sesaat setelah menyentuh air.
"Korban menyeburkan diri ke aliran Cengkareng Drain, korban sempat berpegangan di tiang jembatan. Lalu korban terbawa arus, diduga tidak bisa berenang," ucap Maulana.
Pada hari kedua pencarian, radius penyisiran sebenarnya telah diperluas hingga sejauh 3 kilometer dari titik nol.
Namun, hingga Jumat siang, tanda-tanda keberadaan pemuda tersebut masih belum membuahkan hasil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang