Para pemimpin organisasi futsal dari berbagai negara di Asia berkumpul dalam agenda strategis bertajuk “Gathering of Futsal Organizations in Asia” di FIFA Indonesia Office (FIO) pada Kamis (29/1). Tujuan mereka menyatukan visi, menyelaraskan agenda pengembangan, dan memperkuat posisi Asia sebagai kawasan dengan pertumbuhan futsal tercepat di dunia.
Dihadiri perwakilan FIFA dan AFC, diskusi lintas negara Asia tersebut melahirkan Deklarasi Jakarta yang memuat poin-poin komitmen pengembangan Futsal Asia. Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, meyakini inisiatif kolaborasi ini adalah awal dari kebangkitan futsal Asia sebagai poros kekuatan futsal di level dunia.
“Organisasi Futsal di Asia dari berbagai negara sudah bersepakat. Asia harus menjadi pusat kekuatan Futsal dunia. Kita targetkan negara Asia mendominasi top 20 ranking dunia. Untuk meningkatkan level Asia, kami akan banyak bekerja sama dan saling bantu. Futsal di Asia akan semakin berkembang pesat,” kata Michael.
Nota komitmen kolaborasi para negara Asia mencakup kerja sama pertukaran sumber daya teknis, mulai dari pemain, wasit, hingga pelatih, guna memastikan standar futsal di Asia meningkat secara merata. Terlebih, para pemimpin futsal Asia sepakat untuk memperkuat advokasi agar futsal diakui dan dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di lebih banyak turnamen sub-regional, regional, hingga level internasional, khususnya Asian Games dan Olimpiade.
“Kita bersepakat mendorong futsal masuk Asian Games dan Olimpiade. Futsal sudah sangat layak untuk dipertandingkan di puncak tertinggi event olahraga. Target kami masuk di Asian Games 2030 dan Olimpiade 2032. Kita akan galang suara dukungan, selain dari negara-negara Asia juga dari Eropa, Afrika, hingga Amerika Latin,” tegas Michael.
Selain itu, pertemuan organisasi futsal Asia yang digelar pertama kali dalam sejarah ini meletakkan dasar bagi pembentukan mekanisme pertemuan tahunan, yang akan berfungsi sebagai forum koordinasi strategis berkelanjutan bagi organisasi futsal di Asia.
“Ini adalah awal dari komunikasi bilateral dan multilateral yang lebih intensif. Kami optimistis, dengan sinergi yang kuat, Asia tidak hanya akan menjadi pasar futsal terbesar, tetapi juga kekuatan dominan di kancah dunia,” kata Michael.
Menatap Piala Dunia 2028, Michael juga mengungkap rencana para federasi futsal untuk mendorong kuota AFC ditingkatkan agar membuka peluang lebih banyak negara Asia berlaga di Piala Dunia Futsal.
“Kami juga sampaikan di forum, seharusnya ada lebih banyak negara Asia di Piala Dunia Futsal. Dibanding 10-20 tahun lalu, futsal sudah banyak berkembang di Asia. Sudah sepantasnya jatah Asia ditambah. Ini akan kami suarakan sampai ke FIFA,” jelas Michael.
“Gathering of Futsal Organizations in Asia” adalah inisiatif dialog strategis yang mempertemukan para pimpinan organisasi futsal se-Asia. Bertempat di FIFA Indonesia Office, forum ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama lintas federasi, menyelaraskan agenda pengembangan, dan mendorong aksi kolektif demi kemajuan futsal di kawasan Asia.



