Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Terpantau Setinggi 1.000 Meter

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita

LUMAJANG, iNews.id - Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Jumat (30/1/2026) pukul 05.52 WIB. Erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa ini memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan pengamatan, kolom abu hasil erupsi Gunung Semeru erupsi teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur. Aktivitas erupsi tersebut terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 23 milimeter dan durasi gempa selama 108 detik.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Jumat, 30 Januari 2026, pukul 05:52 WIB tinggi kolom abu teramati ± 1000 meter di atas puncak," tulis akun @badangeologi dikutip Jumat (30/1/2026). 

Seiring terjadinya Gunung Semeru erupsi, masyarakat di sekitar kawasan gunung api diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya susulan, termasuk awan panas dan aliran lahar.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi warga. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.

Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

PVMBG juga menegaskan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru erupsi karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Selain itu, potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Hingga laporan ini disusun, aktivitas Gunung Semeru erupsi masih dalam pemantauan intensif petugas. Masyarakat diimbau tetap tenang, mematuhi rekomendasi, dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ada Whip Pink di Kamar Lula Lahfah, Dipakai untuk Apa?
• 1 jam laludisway.id
thumb
Kasus TBC di Indonesia Disebut Peringkat ke-2 Dunia, Wamenkes Jadikan Yogyakarta Titik Strategis Pemberantasan
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Pramono Dorong Peran Masjid dalam Pembinaan Karakter Masyarakat
• 17 menit lalutvrinews.com
thumb
Wapres Gibran Pantau Pemulihan Pasca-Banjir Aceh Tamiang
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Natasha Wilona Pernah Alami Breakout, Penyebab Jerawat yang Perlu Diwaspadai
• 19 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.