JAKARTA, KOMPAS.TV – Sebanyak 13 calon petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi dicopot saat proses pendidikan dan pelatihan. Mereka diberhentikan atas beberapa alasan.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, usai pengukuhan PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
“Tadi malam laporan ke saya itu ada 13 orang yang dicopot dari proses diklat,” ujar Dahnil, seperti dikutip Antara.
Baca Juga: Kemenhaj Resmi Kukuhkan 1.622 Petugas Haji 2026, Berangkat ke Tanah Suci Bulan April | KOMPAS SIANG
Ia menjelaskan, pencopotan belasan calon PPIH tersebut karena berbagai alasan, seperti indisipliner, pemalsuan absensi, sakit kronis, dan lainnya.
Bahkan, kata Dahnil, ada peserta yang memalsukan hasil Medical Check Up (MCU), padahal memiliki penyakit tuberkulosis (TBC).
Dahnil memastikan tidak ada perlakuan istimewa bagi mereka yang akan menjadi petugas haji.
Mereka harus mengikuti seluruh proses pendidikan dan pelatihan secara menyeluruh dan transparan.
“Akhirnya ya sudah kita mau orang yang siap 20 hari fokus di sini, ikut pelatihan, ikut aturan dan sebagainya. Dan itu semuanya keputusan diambil oleh tim pelatih dari teman-teman TNI dan Polri,” tuturnya.
Nantinya, saat sudah berangkat ke Tanah Suci, lanjut Dahnil, seluruh petugas haji juga harus disiplin dan menjalankan tugas serta fungsinya masing-masing.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Antara
- petugas haji
- ppih
- wakil menteri haji umrah
- wamenhaj
- dahnil anzar simanjuntak



