BANDUNG BARAT, iNews.id - Polda Jawa Barat masih mengidentifikasi 13 jenazah korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Proses identifikasi menggunakan data ante-mortem dan pemeriksaan DNA.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, proses identifikasi korban longsor Cisarua dilakukan dengan mencocokkan data ante-mortem dari keluarga korban serta pemeriksaan DNA apabila data pembanding belum tersedia.
Terkait penanganan jenazah, Polda Jabar mencatat sebanyak 10 jenazah masih berada di sejumlah rumah sakit. Rinciannya, enam jenazah di RS Sartika, dua jenazah di RS Cibabat, dan dua jenazah lainnya di RS Welas Asih.
Dalam kesempatan yang sama, Hendra Rochmawan juga menyampaikan pihaknya menerima tambahan tiga kantong jenazah dari pos Basarnas. Dua kantong di antaranya berisi jenazah utuh yang kini masih dalam proses identifikasi.
Secara keseluruhan, hingga saat ini tim gabungan telah menerima total 55 kantong jenazah dari lokasi bencana. Dari jumlah tersebut, 41 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Proses identifikasi korban longsor Cisarua pun terus dikebut hingga seluruh korban dapat dipastikan identitasnya.
Selain itu, dia memastikan satu kantong berisi kerangka manusia yang diterima pada hari keenam operasi pencarian tidak berkaitan dengan peristiwa longsor tersebut.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar sebelumnya menerima satu kantong jenazah berisi tulang-belulang dari pos Search and Rescue (SAR). Namun setelah dilakukan pemeriksaan forensik mendalam, hasilnya menunjukkan kerangka tersebut bukan korban longsor.
“Setelah dilakukan pemeriksaan forensik serta rekonsiliasi data post-mortem dan ante-mortem, tulang tersebut tidak teridentifikasi sebagai korban longsor,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan analisis tim forensik dan DVI, kerangka manusia tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari 1 tahun sehingga tidak berkaitan dengan kejadian longsor yang baru terjadi.
Polda Jabar menduga tulang-belulang itu berasal dari makam keluarga yang terdampak longsor dan terbawa pergerakan tanah maupun aktivitas alat berat selama proses evakuasi berlangsung.
Dalam proses identifikasi korban longsor Cisarua, Polda Jabar juga menemukan kasus khusus, yakni satu jenazah yang sempat berada di dua kantong jenazah berbeda. Setelah dilakukan pencocokan data forensik, kedua kantong tersebut dipastikan berasal dari satu jenazah yang sama.
"Terdapat satu jenazah yang teridentifikasi sama dengan jenazah pada kantong lainnya sehingga dari dua kantong jenazah tersebut kami satukan, karena hasil identifikasi menunjukkan jenazah yang sama," katanya.
Dengan perkembangan tersebut, hingga kini masih terdapat 13 jenazah yang belum teridentifikasi dan masih menjalani proses identifikasi lanjutan.
Original Article




