Kronologi Pria Ponorogo Dikurung 20 Tahun Gegara Dituduh Punya Ilmu Sakti, Disebut Sering Makan Besi dan Ancam Bunuh Keluarga

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Seorang pria asal Ponorogo dikurung selama 20 tahun gegara dituduh punya ilmu sakti. Sosoknya disebut sering makan besi dan ancam bunuh keluarga.

Mbah Kirmo (60), warga Dusun Gombak, Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dikurung di dalam sangkar besi selama kurang lebih 20 tahun. Bagaimana kronologinya?

Berikut kronologi pria Ponorogo dikurung 20 tahun gegara dituduh punya ilmu sakti. Sosoknya disebut sering makan besi dan ancam bunuh keluarga.

Selama sekitar 20 tahun, hidup Mbah Kirno dijalani dalam ruang sempit berpagar jeruji besi yang menyerupai kandang, terletak di sebuah ruangan di bagian belakang rumahnya. Di lokasi, kandang besi tersebut dibuat dari jeruji logam dengan ukuran kurang lebih lebar 0,5 meter, tinggi 1 meter, dan panjang 2 meter.

Akibatnya, Mbah Kirno menjalani kesehariannya di dalam kurungan besi tersebut. Posisinya bahkan tidak menyentuh tanah sama sekali.

Dalam keseharian, keluarga hanya memberikan makan dan minum, tanpa pernah melepaskannya dari kurungan. Pihak keluarga mengaku melakukan hal tersebut karena rasa takut, sebab Mbah Kirno dianggap membahayakan dan diyakini memiliki ilmu kesaktian.

“Ya karena punya ilmu sakti begitu akhirnya kami keluarga memutuskan mengkerangkeng,” ungkap adik kandung Mbah Kirno, Sarti, dikutip dari SuryaMalang.com.

Latar Belakang Mbah Kirno Dikurung

Keluarga menilai Mbah Kirno sebagai ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). Menurut Sarti, sejak muda Mbah Kirno kerap mencari dan mempelajari “ilmu”.

“Dia kan (Mbah Kirno) umurnya masih belum cukup jadi ilmu jawa yang masuk termasuk tingkat tinggi yang diminta. Akhirnya belum kuat kondisi kebatinannya. Jadinya seperti itu,” tegasnya.

Kemudian keluarga memutuskan memasukkan Mbah Kirno di kandang besi. Karena takut dianiaya.

 

“Mbah Kirno dimasukkan seperti itu karena keluarga dianiaya, takut. Juga mengancam mau membunuh suami saya nenek saya juga dianiaya,” tegasnya.

Dugaan Kesaktian Mbah Kirno

Sarti menyebut bahwa kesaktian yang diyakini keluarga bukan tanpa alasan. Ia mengaku menyaksikan sendiri Mbah Kirno memakan besi dan bambu menggunakan gigi.

“Sering makan besi, makan bambu itu pakai gigi. Minum oli 1 liter, makan api juga gak apa-apa. Saya tau sendiri itu bukan bohong saya,” tambahnya.

Karena itu dikurung dalam kandang besi lantaran dianggap membahayakan keluarga.

“Intinya itu, karena dia mengancam akan membunuh keluarga,” urainya.

Meski hidup dalam kurungan, Sarti mengklaim keluarga tetap memenuhi kebutuhan dasar Mbah Kirno. Ia menyebut Mbah Kirno diberi makan tiga kali sehari, dan setiap pagi juga diberi kopi.

Sarti, adik kandung Mbah Kirmo, mengungkapkan bahwa pihak keluarga terpaksa mengurung Mbah Kirmo di dalam kandang besi berukuran sekitar lebar 0,5 meter, tinggi 1 meter, dan panjang 2 meter, yang ditempatkan di sebuah ruangan di belakang rumah. Langkah tersebut diambil karena Mbah Kirmo dinilai berpotensi membahayakan keselamatan keluarga.

“Dia mengancam mau membunuh keluarga, makanya Mbah Kirmo dimasukkan seperti itu karena keluarga takut dianiaya,” ujarnya saat ditemui dirumahnya, dikutip dari Kompas.com.

Kandang besi yang digunakan merupakan rangkaian besi cor beton yang biasa dipakai sebagai tiang bangunan, lalu dirakit menyerupai sangkar. Setiap hari, keluarga tetap memenuhi kebutuhan makan Mbah Kirmo dengan memberinya makanan tiga kali sehari.

Selama hampir dua dekade, ruang gerak Mbah Kirmo sangat terbatas karena hanya bisa duduk atau berbaring di dalam kerangkeng tersebut. Sarti mengatakan, keluarga merasa sangat khawatir jika Mbah Kirmo dilepaskan, sebab ia kerap bersikap agresif dan melakukan penyerangan terhadap anggota keluarga.

 

“Dulu suamiku, nenekku juga pernah dianiaya,” imbuhnya.

Menurut Sarti, awalnya kakaknya hidup normal seperti pemuda lainnya. Namun, kondisi kejiwaannya mulai terganggu setelah mendalami ilmu kebatinan tingkat tinggi.

“Umurnya kan masih belum cukup, sememntara ilmu jiwa yang masuk itu tingkat tinggi yang diminta. Belum kuat kondisi kebatinannya. Jadinya seperti itu,” tegas Sarti.

Ia juga mengaku menyaksikan sendiri kemampuan tidak wajar yang dimiliki kakaknya, seperti memakan besi dan bambu dengan gigi. Bahkan, Mbah Kirmo disebut pernah meminum satu liter oli dan memasukkan api ke dalam mulutnya.

"Saya tahu sendiri itu, bukan bohong. Kakak saya itu sering makan besi, makan bambu pakai gigi. Minum oli satu liter, makan api juga tidak apa-apa," ucapnya.

Meski merasa iba melihat kakaknya harus hidup di dalam kurungan besi, Sarti mengatakan keluarga tidak memiliki pilihan lain. Perilaku agresif serta ancaman pembunuhan terhadap seluruh anggota keluarga membuat mereka memilih mengamankan Mbah Kirmo.

“Akhirnya kami keluarga memutuskan mengurung. Intinya karena dia mengancam akan membunuh keluarga,” katanya.

Sarti memastikan keluarga tetap memperhatikan kebutuhan makan Mah Kirmo.

“Makan tiga kali sehari dan kopi di pagi hari. Sebenarnya ya sayang, karena dia keluarga saya, kakak kandung saya. Saya makan apa, kakak saya juga saya kasih,” pungkas Sarti. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Honda Brio Satya S CVT, LGCG dengan Transmisi Otomatis
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Penjualan Perdana Redmi Note 15 Series Resmi Dimulai Hari Ini, Intip Fitur yang Dibawanya
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polda Metro Tangkap 2 Pelaku Tawuran di Bekasi
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dirut BEI Mundur Usai IHSG Turun, Istana Tegaskan Fundamental Tetap Kuat
• 3 jam laludisway.id
thumb
Titik Lokasi Banjir Jakarta Hari Ini Rendam 39 RT, 313 Warga Mengungsi
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.