Deli Serdang (ANTARA) - Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara sebagai salah satu bentuk pengawasan terhadap penanganan pascabencana serta kesiapsiagaan kebencanaan di daerah.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri di Lubuk Pakam, Jumat, mengatakan, pihaknya mengapresiasi kecepatan Pemkab Deli Serdang dalam menanggulangi bencana yang melanda daerah itu beberapa waktu lalu.
"Deli Serdang ini relatif cepat. Dalam 14 hari sudah keluar dari status tanggap darurat. Kami mohon Pemkab Deli Serdang menyampaikan masukan apa saja hambatan selama masa tanggap darurat. Informasi ini penting agar kami tidak salah mendiagnosis dalam merumuskan perubahan regulasi," katanya.
Menurutnya, evaluasi kelembagaan kebencanaan juga menjadi perhatian serius. Pembentukan Kementerian Bencana menjadi salah satu langkah yang dianggap penting untuk dirumuskan bersama pemerintah.
Baca juga: Wamendagri: Pemulihan layanan publik pascabencana berjalan progresif
"Kalau ke depan ada kementerian khusus penanggulangan bencana, maka fokusnya hanya mengurus itu. Karena itu, masukan dari daerah sangat kami butuhkan," katanya.
Sementara Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan dalam kesempatan itu menyampaikan kondisi bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu, merendam 19 kecamatan di daerah itu.
"Seluruh unsur dikerahkan untuk membantu melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak. Layanan call center 112 juga diaktifkan dalam menerima laporan dari berbagai peristiwa selama banjir melanda," katanya.
Saat ini, Deli Serdang sudah berada di fase pemulihan. Bantuan dari berbagai pihak baik pemerintahan maupun swasta juga telah diterima dan disalurkan kepada korban terdampak.
Baca juga: KemenPANRB-Kemendagri percepat pemulihan pemerintahan pascabencana
"Kami sudah lepas dari status tanggap darurat dan saat ini masuk ke fase pemulihan. jembatan bailey di Hamparan Perak yang merupakan bantuan Panglima TNI dan Presiden RI juga telah selesai berkat sinergi yang terus kami perkuat," katanya.
Diharapkan, kunjungan Komisi VIII DPR RI membawa manfaat nyata bagi penguatan kebijakan kebencanaan ke depan. Pasalnya, dengan luas wilayah yang mengelilingi kota Medan, Deli Serdang terbilang rutin mengalami bencana, baik banjir maupun tanah longsor.
"Semoga kunjungan ini menjadi berkah dan memberi manfaat nyata, tidak hanya bagi Deli Serdang tetapi juga bagi daerah lain," katanya.
Baca juga: PMI Langkat salurkan bantuan paket Al Quran ke pesantren pascabencana
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri di Lubuk Pakam, Jumat, mengatakan, pihaknya mengapresiasi kecepatan Pemkab Deli Serdang dalam menanggulangi bencana yang melanda daerah itu beberapa waktu lalu.
"Deli Serdang ini relatif cepat. Dalam 14 hari sudah keluar dari status tanggap darurat. Kami mohon Pemkab Deli Serdang menyampaikan masukan apa saja hambatan selama masa tanggap darurat. Informasi ini penting agar kami tidak salah mendiagnosis dalam merumuskan perubahan regulasi," katanya.
Menurutnya, evaluasi kelembagaan kebencanaan juga menjadi perhatian serius. Pembentukan Kementerian Bencana menjadi salah satu langkah yang dianggap penting untuk dirumuskan bersama pemerintah.
Baca juga: Wamendagri: Pemulihan layanan publik pascabencana berjalan progresif
"Kalau ke depan ada kementerian khusus penanggulangan bencana, maka fokusnya hanya mengurus itu. Karena itu, masukan dari daerah sangat kami butuhkan," katanya.
Sementara Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan dalam kesempatan itu menyampaikan kondisi bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu, merendam 19 kecamatan di daerah itu.
"Seluruh unsur dikerahkan untuk membantu melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak. Layanan call center 112 juga diaktifkan dalam menerima laporan dari berbagai peristiwa selama banjir melanda," katanya.
Saat ini, Deli Serdang sudah berada di fase pemulihan. Bantuan dari berbagai pihak baik pemerintahan maupun swasta juga telah diterima dan disalurkan kepada korban terdampak.
Baca juga: KemenPANRB-Kemendagri percepat pemulihan pemerintahan pascabencana
"Kami sudah lepas dari status tanggap darurat dan saat ini masuk ke fase pemulihan. jembatan bailey di Hamparan Perak yang merupakan bantuan Panglima TNI dan Presiden RI juga telah selesai berkat sinergi yang terus kami perkuat," katanya.
Diharapkan, kunjungan Komisi VIII DPR RI membawa manfaat nyata bagi penguatan kebijakan kebencanaan ke depan. Pasalnya, dengan luas wilayah yang mengelilingi kota Medan, Deli Serdang terbilang rutin mengalami bencana, baik banjir maupun tanah longsor.
"Semoga kunjungan ini menjadi berkah dan memberi manfaat nyata, tidak hanya bagi Deli Serdang tetapi juga bagi daerah lain," katanya.
Baca juga: PMI Langkat salurkan bantuan paket Al Quran ke pesantren pascabencana

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485697/original/029038600_1769524103-9.jpg)

