Putin Tegaskan Dukungan Rusia bagi Pembentukan Negara Palestina

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis, 29 Januari 2026 menyatakan bahwa pembentukan negara Palestina merupakan “masalah prinsip”. Pernyataan itu disampaikan saat membuka pertemuan di Kremlin dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan, yang tiba di Moskow untuk kunjungan resmi.

Putin mengatakan kedua pemimpin telah berulang kali membahas konflik Palestina–Israel serta upaya bersama untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.

“Merupakan masalah prinsip untuk menyelesaikan isu pembentukan Negara Palestina yang sepenuhnya berdaulat, yang dapat hidup berdampingan secara damai dan aman dengan Israel. Hal ini akan memungkinkan tercapainya penyelesaian yang berkelanjutan dan menjamin stabilitas jangka panjang di kawasan,” ujar Putin, seperti dikutip Anadolu, Jumat, 30 Januari 2026.

Baca Juga :

Netanyahu Tetap Tolak Akui Palestina Meski Gabung Board of Peace

Dalam kesempatan yang sama, Putin juga menyatakan Rusia terus memantau perkembangan di Iran menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk melancarkan serangan terhadap Republik Islam tersebut.

Putin turut memuji peran UEA dalam upaya terkait krisis Ukraina, termasuk keterlibatannya dalam pertukaran tahanan serta penyediaan platform bagi kontak diplomatik.

“Kami sangat menghargainya, Yang Mulia. Kami berterima kasih secara pribadi kepada Anda karena telah memastikan bahwa perundingan trilateral dalam kerangka kelompok kerja keamanan dapat digelar di Abu Dhabi pekan lalu, serta atas perhatian yang Anda berikan kepada delegasi kami,” kata Putin.

Moskow dan Kyiv diketahui telah menggelar beberapa putaran perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Abu Dhabi pada 23 dan 24 Januari, dengan tujuan mengakhiri perang di Ukraina.

Sementara itu, Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Rusia dan memajukan tujuan pembangunan bersama.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Putin atas keterbukaan Rusia dalam isu-isu kemanusiaan terkait Ukraina, termasuk pertukaran tawanan.

Al Nahyan menekankan bahwa UEA secara kuat mendukung solusi politik dan diplomatik terhadap berbagai konflik, yang dinilai dapat berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas internasional.

Menurut pernyataan Kremlin, kunjungan resmi Presiden UEA ke Moskow dimulai pada Kamis.

Sebelumnya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut UEA sebagai “mitra dagang utama Rusia di dunia Arab”, seraya menambahkan bahwa hubungan kedua negara berkembang dengan baik di hampir semua sektor.

Peskov mengatakan kedua pihak secara konsisten menunjukkan ketertarikan untuk terus memperluas kerja sama.

“Oleh karena itu, hari ini adalah hari hubungan Rusia–Emirat dan persahabatan Rusia–Emirat,” ujar Peskov.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prestasi Beruntun! Hector Souto Nilai Futsal Indonesia Terus Menanjak
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Dari Bendera hingga Sepatu, Ini 17 Kosakata Bahasa Indonesia yang Diserap dari Bahasa Portugis
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Kasus Guru SD di Tangsel yang Dipolisikan Orang Tua Usai Nasihati Murid Soal Empati Akhirnya Dihentikan! Ini Alasannya
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Simak Rute KRL Stasiun Jatake dan Jadwal Keberangkatannya yang Resmi Beroperasi, Anker Green Line Wajib Tahu!
• 8 jam laludisway.id
thumb
Rusdi Masse Resmi Loncat dari NasDem ke PSI, Raja Juli: Beliau Jokowi-nya Sulsel
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.