Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) menjadi salah satu destinasi wisata yang kini banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara (wisman) tak terkecuali wisatawan Malaysia. Head of Marketing Communication PIK Tourism Board, Tommy Anugroho, mengatakan tiga negara teratas penyumbang kunjungan ke PIK, yakni Malaysia, China, dan Taiwan.
“Untuk mancanegara, top three-nya Malaysia, China, dan Taiwan. Malaysia paling banyak, biasanya mereka datang untuk belanja dan bermain golf,” jelasnya saat ditemui kumparan pada Kamis (29/1).
Adapun wisatawan asal China dan Taiwan cenderung memanfaatkan kawasan PIK untuk hiburan dan aktivitas bisnis.
“Kalau dari China dan Taiwan, mereka lebih banyak ke entertainment, tapi juga ada yang untuk urusan bisnis,” tambah Tommy.
Meski demikian, Tommy mengatakan wisatawan domestik masih menjadi tulang punggung pariwisata PIK, dengan mayoritas berasal dari wilayah Jabodetabek. Jawa Barat menempati posisi kedua sebagai daerah penyumbang wisatawan terbanyak.
“Kalau dilihat dari data, wisatawan yang datang ke PIK masih didominasi domestik. Terbanyak dari Jabodetabek, lalu Jawa Barat. Ini juga karena faktor kemudahan akses transportasi,” ujar Tommy.
Kemudahan akses tersebut salah satunya didukung oleh hadirnya layanan transportasi langsung dari Bandung ke PIK melalui City Trans Travel. Selain itu, PIK juga terhubung dengan beberapa rute transportasi dari Jakarta, seperti dari kawasan Blok M, Balai Kota, dan Veteran.
Untuk mendukung mobilitas wisatawan di dalam kawasan, PIK telah menyediakan layanan shuttle gratis menggunakan armada Royal Trans. Shuttle ini melayani berbagai titik di dalam kawasan PIK dan dapat digunakan oleh seluruh pengunjung.
“Kami sudah menyediakan shuttle gratis menggunakan Royal Trans untuk berkeliling kawasan PIK. Semua rute sudah tersedia dengan halte-halte yang tersebar,” katanya.
Dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, PIK Tourism Board juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak internasional. Tommy mengatakan pihaknya menggandeng agen perjalanan luar negeri serta bekerja sama dengan kedutaan besar untuk mempromosikan PIK di negara masing-masing.
“Kami bekerja sama dengan travel agency luar negeri dan juga embassy untuk mempromosikan kawasan PIK di luar negeri,” ujarnya.
Selain itu, PIK Tourism Board juga berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata serta dinas pariwisata di tingkat daerah.
“Kami aktif mengikuti pameran-pameran pariwisata yang di-endorse Kementerian Pariwisata, dan berkoordinasi dengan Kemenpar, Dispar DKI Jakarta, serta Dispar Banten,” kata Tommy.
Kolaborasi lintas pemangku kepentingan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi PIK sebagai destinasi wisata unggulan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.


