Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan penyaluran bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Subang, Jawa Barat, terus berjalan guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Ribuan paket bantuan logistik telah dikirim dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat sejak Selasa, 27 Januari 2026.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, Kemensos terus memantau perkembangan penanganan banjir di Subang dan berkomitmen memastikan seluruh kebutuhan pengungsi terpenuhi.
"Kemensos telah mendistribusikan bantuan bencana banjir di Subang. Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi," ujar Gus Ipul di Jakarta, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.
Bantuan yang disalurkan meliputi 500 paket makanan siap saji, 100 paket makanan anak, serta 400 paket lauk pauk siap saji. Selain itu, Kemensos juga menyalurkan bantuan sandang berupa 50 paket sandang anak, 100 paket family kit, dan 100 paket kids ware.
Untuk mendukung kebutuhan pengungsian, Kemensos turut mengirimkan 1 unit tenda serbaguna, 5 unit tenda keluarga, 50 lembar tenda gulung, serta 75 lembar kasur dan 100 lembar selimut.
Dalam penanganan darurat, petugas Kemensos bersama Dinas Sosial Kabupaten Subang dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah melakukan asesmen dan pendataan dampak, membantu evakuasi warga ke lokasi aman, serta mendirikan dapur umum di Kantor Kecamatan Pamanukan. Dapur umum tersebut melayani kebutuhan permakanan pengungsi dengan dukungan Tagana Kabupaten Subang dan Garut.
Berdasarkan data sementara, banjir berdampak pada 2.128 rumah dan 2.476 kepala keluarga yang tersebar di enam desa. Sebanyak 172 jiwa mengungsi di masjid dan musala Desa Ciasem Hilir, sementara 1.629 jiwa mengungsi di masjid dan madrasah Desa Ciasem Tengah. Warga lainnya memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat.
Banjir yang melanda Subang sejak Sabtu (24/1) terus meluas akibat tingginya intensitas hujan dan luapan Bendungan Cimacan serta Sungai Ciasem, Kalensama, dan Cijengkol, dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter.
Pemerintah Kabupaten Subang telah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 7 Februari 2026. Hingga kini, genangan air masih merendam sejumlah permukiman warga dan dapur umum Tagana tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.
Penanganan bencana dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kemensos, pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, BUMN, swasta, relawan, hingga masyarakat setempat.
Editor: Redaktur TVRINews


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F27%2F10550161fecbd419d7e7fb92e35c7438-1000909685.jpg)

