KH Sholeh Darat: Mahaguru Ulama Nusantara dan Pelita Hati RA Kartini

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

DALAM peta sejarah Islam Nusantara, nama KH Sholeh Darat (Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani) berdiri tegak sebagai institusi. Beliau bukan sekadar ulama, melainkan Mahaguru yang menjahit simpul-simpul pergerakan Islam di tanah air. Tanpa sentuhan tangan dinginnya, mungkin corak Islam Indonesia tidak akan seperti yang kita kenal hari ini.

Ulama yang dimakamkan di Bergota, Semarang, ini ialah titik temu dari dua ormas Islam terbesar di Indonesia: Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Bagaimana tidak, pendiri kedua organisasi tersebut pernah duduk bersimpuh menimba ilmu di hadapannya. Artikel ini akan mengupas tuntas kehidupan, pemikiran, dan warisan abadi KH Sholeh Darat.

Biografi Singkat: Dari Jepara ke Mekah

Lahir di Desa Kedung Cumpleng, Mayong, Jepara, sekitar tahun 1820 M, beliau putra dari Kiai Umar, seorang pejuang yang turut serta dalam Perang Jawa bersama Pangeran Diponegoro. Darah juang inilah yang kelak mewarnai metode dakwah KH Sholeh Darat yang antikolonial tetapi elegan.

Baca juga : KH Sholeh Darat Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

Nama Darat yang melekat padanya berasal dari tempat tinggalnya di kawasan pesisir utara Semarang, dekat pelabuhan, yang kala itu disebut kawasan Darat. Setelah menimba ilmu di Jawa, beliau berangkat ke Mekah dan berguru kepada ulama-ulama besar seperti Syekh Muhammad al-Muqri, Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Hasbullah, dan Sayyid Ahmad Zaini Dahlan.

Sang Mahaguru: Mencetak Pendiri Bangsa

Kebesaran seorang guru terlihat dari kualitas muridnya. KH Sholeh Darat dikenal sebagai pencetak kader ulama yang kelak menjadi tulang punggung bangsa Indonesia. Beliau tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menanamkan semangat kemandirian dan cinta tanah air.

Nama Murid Peran & Kontribusi Besar KH Hasyim Asy'ari Pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Hadratussyaikh yang meletakkan dasar Islam tradisionalis yang moderat di Indonesia. KH Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah. Pelopor gerakan pembaharuan Islam dan pendidikan modern. RA Kartini Pahlawan Emansipasi Wanita. Terinspirasi ayat Al-Qur'an untuk motonya Habis Gelap Terbitlah Terang. KH Amir Ulama besar Pekalongan, guru dari banyak kiai di wilayah Pantura. KH Idris Pengasuh Pondok Pesantren Jamsaren, Solo.
Revolusi Literasi: Dakwah dengan Aksara Pegon

Salah satu kontribusi terbesar KH Sholeh Darat adalah vernakularisasi (pribumisasi) ilmu agama. Pada masa kolonial Belanda, akses terhadap literatur Arab sangat dibatasi, dan kaum awam Jawa sulit memahami bahasa Arab yang rumit.

Melihat kondisi ini, KH Sholeh Darat mengambil langkah revolusioner: menulis kitab-kitab agama menggunakan Bahasa Jawa dengan Aksara Pegon (huruf Arab tapi berbahasa Jawa). Tujuannya jelas:

  • Agar masyarakat awam bisa memahami syariat Islam secara mendalam tanpa terkendala bahasa.
  • Sebagai bentuk perlawanan budaya terhadap kolonial Belanda yang memaksakan huruf Latin.

Karya-karyanya mencakup berbagai bidang, mulai dari fiqih, tasawuf, hingga tafsir. Gaya bahasanya yang merakyat membuat ajaran Islam mudah diterima oleh masyarakat pesisir maupun pedalaman Jawa.

Kisah Hidayah RA Kartini

Hubungan KH Sholeh Darat dengan RA Kartini adalah salah satu episode paling menyentuh dalam sejarah Islam Indonesia. Pertemuan ini bermula di pendopo Kabupaten Demak, rumah paman Kartini.

Saat itu, Kartini yang gelisah bertanya, "Kiai, selama ini saya mengaji Al-Qur'an tetapi tidak tahu maknanya. Apakah kita disuruh membaca kitab yang kita tidak mengerti artinya? Bukankah itu seperti burung beo?"

Pertanyaan kritis Kartini menggugah hati KH Sholeh Darat. Beliau menangis tersedu-sedu. Peristiwa inilah yang mendorong beliau menulis kitab tafsir Faid ar-Rahman, tafsir Al-Qur'an pertama di Nusantara yang ditulis dalam bahasa Jawa (Pegon). Hadiah tafsir Juz 1 (Surat Al-Fatihah hingga Al-Baqarah) diberikan kepada Kartini saat ia menikah.

Kartini sangat terkesan dengan ayat "Allahu Waliyulladzina amanu yukhrijuhum minaz zulumati ilan nur" (Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya). Dari sinilah lahir istilah Habis Gelap Terbitlah Terang yang melegenda itu.

Warisan Karya Tulis (Kitab Kuning)

Hingga 2026, kitab-kitab karya KH Sholeh Darat masih dikaji di berbagai pesantren di Jawa. Berikut beberapa karya monumentalnya:

  1. Majmu'at asy-Syari'ah: Kitab fiqih yang membahas ibadah sehari-hari bagi orang awam.
  2. Kitab Munjiyat: Petikan dari Ihya' Ulumuddin karya Al-Ghazali yang diterjemahkan dan dijelaskan untuk pembersihan hati (tasawuf).
  3. Faid ar-Rahman: Tafsir Al-Qur'an isyari (tafsir bernuansa sufi) yang menjadi rujukan spiritualitas tinggi.
  4. Lata'if at-Thaharah: Kitab tentang rahasia bersuci dan shalat.
Penutup: Menziarahi Sang Pelita

KH Sholeh Darat wafat pada 28 Ramadan 1321 H (18 Desember 1903 M). Makamnya di Bergota, Semarang, tak pernah sepi dari peziarah. Haul beliau yang diperingati setiap bulan Syawal selalu menjadi ajang berkumpulnya ulama dan santri dari seluruh penjuru negeri.

Mengenang KH Sholeh Darat adalah mengenang fondasi Islam Indonesia yang ramah, mendalam, dan mencerdaskan. Beliau mengajarkan bahwa agama harus dipahami maknanya, bukan sekadar dihafal lafaznya, dan ilmu harus menjadi jalan untuk membebaskan manusia dari kegelapan penjajahan dan kebodohan.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kesepakatan Tarif RI-AS Tinggal Tunggu Jadwal Pertemuan Presiden Prabowo dan Trump
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Dinilai Ada Intervensi Asing, Petani Protes Regulasi Soal Ekosistem Tembakau
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Menaker Sebut Keberlanjutan BUMN Tentukan Nasib Jutaan Pekerja
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Gempa Bumi Terasa di Bandung, Waspadai Kejadian di Daerah Perkotaan
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Meski Kasus Ditutup, Polisi Tetap Telusuri Asal Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah
• 2 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.