Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat

suara.com
7 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan partai bersikap hati-hati terkait isu ambang batas parlemen dalam revisi UU Pemilu.
  • Partai Gerindra masih melakukan kajian teknis mendalam dan simulasi politik sebelum memutuskan angka pasti ambang batas diusulkan.
  • Partai membuka diri terhadap masukan publik, akademisi, dan pegiat demokrasi sebelum mengeluarkan sikap resmi mengenai kebijakan tersebut.

Suara.com - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, pihaknya lebih memilih berhati-hati di tengah dinamika politik perubahan regulasi pemilu, terutama terkait ambang batas parlemen.

Perubahan aturan pemilihan umum itu kembali membahana seiring bergulirnya wacana revisi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Salah satu poin paling krusial yang menjadi sorotan adalah besaran ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT).

Di tengah perdebatan antar-fraksi di DPR RI, Partai Gerindra memilih untuk tetap berhati-hati dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.

Dasco yang juga menjabat Wakil Ketua DPR RI menyatakan, hingga saat ini partai berlambang kepala burung garuda tersebut belum menetapkan angka pasti terkait ambang batas yang akan diusulkan.

Menurutnya, Gerindra masih dalam tahap pengkajian teknis yang mendalam guna memastikan stabilitas demokrasi di masa depan.

“Kami masih melakukan simulasi-simulasi politik," kata Dasco, dikutip Jumat (30/1/2026).

Langkah simulasi ini dinilai penting karena perubahan angka ambang batas akan berdampak langsung pada peta kekuatan partai politik di Senayan.

Sebagai salah satu partai terbesar di Indonesia, Gerindra memandang penentuan PT bukan sekadar soal kepentingan internal partai.

Baca Juga: PKS Dukung Ambang Batas Parlemen Tetap Ada, Kritisi Usul Fraksi Gabungan Partai

Sebaliknya, kata dia, penentuan ambang batas parlemen itu adalah persoalan bagaimana menciptakan sistem parlemen yang sehat dan representatif bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dasco, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, menjelaskan bahwa partainya sangat membuka diri terhadap masukan dari berbagai pihak.

Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat, akademisi, hingga pegiat demokrasi menjadi elemen penting dalam pertimbangan Gerindra sebelum menetapkan sikap final.

"Dari partai Gerindra akan melakukan pengkajian dan membahas, sebelum kemudian akan dikeluarkan sikap resmi partai,” ungkap Dasco.

Pernyataan ini memberikan sinyal bahwa Gerindra ingin menghasilkan kebijakan yang komprehensif.

Ambang batas parlemen, sering kali menjadi isu sensitif karena berkaitan dengan potensi "suara terbuang" dari partai-partai kecil yang tidak berhasil menembus angka minimum untuk mendapatkan kursi di DPR.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BEI Suspensi Saham 48 Emiten yang Belum Sampaikan Laporan Keuangan, Ini Daftarnya
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Tanggul Jebol Diterjang Banjir Lahar Hujan Semeru, Jalur Antar Dusun di Lumajang Terputus
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Menhaj Sebut Indeks Performa Petugas Haji 2026 Capai 90 Persen
• 10 jam laludisway.id
thumb
Usai Mahendra, Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara Mundur
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gempa Magnitudo 2,7 Guncang Kota Bandung, tak Berpotensi Merusak
• 18 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.