KCIC mencatat gangguan terbesar yang menyebabkan keterlambatan waktu perjalanan Kereta Cepat Whoosh sepanjang 2025 adalah faktor eksternal seperti aktivitas layang-layang.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, total gangguan yang menyebabkan keterlambatan perjalanan tercatat sebanyak 164 kejadian. Gangguan layang-layang yang menyangkut di jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS) sebanyak 74 kejadian.
Selanjutnya diikuti oleh gangguan menabrak biawak sebanyak 25 kejadian, dan cuaca buruk yang menghambat perjalanan sebanyak 18 kejadian.
"Bermain layang-layang di dekat jalur Whoosh dapat membahayakan perjalanan kereta, merusak infrastruktur kelistrikan, dan mengganggu ribuan penumpang. Kami sangat mengimbau agar masyarakat mematuhi larangan bermain layang-layang dalam radius 3 km ke kiri dan ke kanan dari jalur Whoosh demi keselamatan bersama,” kata Eva dalam keterangannya, Jumat (30/1).
Gangguan yang disebabkan oleh layang-layang paling sering terjadi di wilayah Padalarang dan Cimahi, khususnya di jalur antara Stasiun Padalarang dan Tegalluar Summarecon. Pada kedua lokasi itu aktivitas bermain layang-layang meningkat, terutama saat liburan sekolah.
KCIC kemudian mengadakan sosialisasi di sekolah-sekolah dan permukiman yang berada di sekitar jalur Whoosh. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya bermain layang-layang di dekat jalur kereta cepat.
Selain itu, KCIC juga mengoperasikan 1.846 unit CCTV yang tersebar di sepanjang jalur, stasiun, dan kantor operasional untuk memantau aktivitas di sekitar jalur Whoosh secara langsung.
Untuk lebih memastikan keamanan, KCIC menyiagakan 530 petugas pengamanan yang berjaga 24 jam setiap 500 meter di sepanjang jalur. Petugas ini bekerja sama dengan TNI dan Polri di area rawan gangguan layang-layang untuk melakukan patroli gabungan, memantau situasi, dan menegakkan larangan bermain layang-layang di dekat jalur kereta cepat.
"Kami mengimbau agar masyarakat tidak bermain layang-layang di sekitar jalur Whoosh. Hal tersebut dapat menghambat perjalanan Whoosh dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta cepat yang melaju hingga 350 km/jam," tutur Eva.
Meski demikian, KCIC berhasil menjaga ketepatan waktu di 21.907 perjalanan Whoosh yang dioperasikan sepanjang tahun 2025.
KCIC mencatat ketepatan waktu keberangkatan tercatat 99,04 persen dengan rata-rata keterlambatan 10,8 detik per perjalanan. Sementara itu, ketepatan waktu kedatangan tercatat 88,62 persen dengan rata-rata keterlambatan 33 detik per perjalanan.




