Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkap pemerintah tengah mengkaji skema khusus yang akan digunakan untuk mendukung penyaluran rumah susun (rusun) subsidi Meikarta.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa skema tersebut dibentuk demi memastikan pasar properti hunian vertikal makin menarik, baik di mata pengembang maupun konsumen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Posisinya tadi kita men-scenario skema itu yang disampaikan Pak Menteri tadi, bagaimana pengembangnya juga termotivasi untuk mendukung sisi suplai, affordability MBR-nya juga masuk, perbankannya juga happy untuk bisa menjalankan skema itu. Nah, itu masih kita godok," jelasnya saat ditemui di Kawasan Meikarta, Kamis (30/1/2026).
Sejalan dengan hal itu, Heru mengaku belum dapat memastikan apakah penyaluran rusun subsidi Meikarta ini nantinya akan menggunakan skema eksisting Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau skema baru yang tengah disiapkan.
Pada saat yang sama, BP Tapera mengungkap saat ini pemerintah tengah melakukan kajian lanjutan terkait riset pasar (market) rusun subsidi Meikarta tersebut.
Untuk diketahui sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan proyek rusun subsidi di Meikarta akan mulai dibangun pada Maret 2026. Ara menjelaskan, pembangunan bakal dimulai lewat pemasangan tiang pancang yang menjadi fondasi utama konstruksi bangunan nantinya.
Baca Juga
- Lippo Sulap Meikarta Jadi Rusun Subsidi, Konsumen Resah Tagih 'Refund' Dana
- Maruarar Beri Sinyal Rusun Subsidi Meikarta Bisa Mulai Dipasarkan
- Lippo Bangun 3 Tipe Unit Rusun Subsidi di Meikarta, Ini Bocorannya
"Tiang pancang dan sebagainya kita akan pasang tanggal 8 Maret. Masih didesain, tapi sekitar 5.000 tiang pancang tanggal 8 itu kita bisa siapkan," jelasnya dalam agenda land clearing rusun subsidi Meikarta, Kamis (29/1/2026).
Ara melanjutkan, pembangunan struktur konstruksi akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026. Dia menargetkan proses konstruksi akan dikebut dan mulai rampung pada 2028.
Pada saat yang sama, Ara juga mengungkap nilai investasi yang bakal dikucurkan oleh Lippo Group mencapai Rp39 triliun untuk pembangunan rusun subsidi di Meikarta tersebut.
"Nilai investasi di satu kawasan bisa Rp13 triliun di luar tanah. Akan dibangun di tiga area, itu Rp39 triliun kurang lebih di luar tanah," pungkasnya.





