JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi membantah dugaan overdosis obat sebagai penyebab kematian influencer Lula Lahfah yang ramai dibahas di media sosial.
“Iya, dugaan overdosis itu salah,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, ditemui wartawan, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: Jejak CCTV Lula Lahfah: Ada Jeda 19 Jam Sejak Masuk Kamar hingga Ditemukan Tewas
Berdasarkan pemeriksaan visum tubuh bagian luar, penyebab kematian adalah henti napas.
Namun, kepolisian tidak bisa menjelaskan lebih lanjut lantaran keluarga yang menolak otopsi terhadap Lula.
“Kami tidak bisa menjawab akibat apa kematiannya. Kami tidak bisa menyimpulkan karena tidak dilakukan otopsi. Kita tidak boleh menyimpulkan bahwa akibat kematian itu adalah barang-barang lain karena tidak dilakukan otopsi,” tutur Budi.
Pemeriksaan ada tidaknya kandungan gas maupun zat kimia pun tidak bisa dilakukan pada tubuh korban.
Namun, berdasarkan penyelidikan di kamar apartemen, ditemukan 44 butir tablet obat-obatan dalam kotak merah jambu dan pods vape dan cairannya (liquid).
Kaur Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri, Kombes Pol Irfan Rofik, mengatakan obat-obatan itu diidentifikasi sebagai Citalopram, Dietilpropion, Sulpirid, Mepivakain, Enkainid Paramomisin, dan Klozapin.
Sementara pada pods dan liquid ditemukan kandungan nikotin dan gliserin.
Baca juga: Fakta Baru Kematian Lula Lahfah: Ada Bercak Darah pada Seprai dan Tisu di Apartemen
Polisi juga menemukan tabung Whip Pink berisi gas Nitrous Oxide (N2O) dalam keadaan kosong.
“Untuk tabung berwarna pink, waktu kami pemeriksaan keadaan kosong. Tapi dari penyidik dikasih dengan merek yang sama dari produksi yang sama, kami periksa tabung gas tersebut untuk sebagai pembanding, ada mengandung Nitrous Oxide (N2O),” jelas Azhar.
Sebelumnya, Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di Apartemen Essence, Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026) sore lalu.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih menjelaskan, petugas keamanan apartemen menerima laporan kondisi korban sekitar pukul 18.44 WIB.
Saat polisi mengecek lokasi, Lula ditemukan tergeletak di atas kasur.
"Ditemukan dalam posisi tidur telentang berselimut dengan menggunakan kaus putih dan celana pendek warna hitam," ucap Murodih dalam keterangan resminya, Sabtu (24/1/2026).
Di lokasi kejadian, polisi dilaporkan mengamankan sejumlah barang bukti obat-obatan dari penyakit yang diidap Lula.
“Ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI," kata Murodih.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


