Ketum PBNU Bela Keputusan Pemerintah Gabung Dewan Perdamaian

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung dalam Board of Peace merupakan langkah tepat dan strategis. utamanya untuk memastikan keberpihakan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tetap terjaga di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Hal itu disampaikan Gus Yahya saat menanggapi pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Ia mengakui bahwa inisiatif Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat menuai kontroversi di berbagai kalangan. Namun, menurutnya, keputusan Indonesia untuk bergabung tidak bisa dilepaskan dari mandat historis bangsa.

Baca Juga
  • Warga Gaza Bertanya: Apa Tindakan Dewan Perdamaian Jika Israel Tetap Lakukan Genosida?
  • Mengapa RI Gabung Dewan Perdamaian? Ini Penjelasan Kantor Staf Presiden
  • AS: Iuran Dewan Perdamaian akan Dipakai Lucuti Hamas

“Saya sudah pernah menyatakan begini berkali-kali sebetulnya bahwa membantu Palestina adalah bagian dari amanat proklamasi kemerdekaan RI. Aspirasi proklamasi itu bukan hanya aspirasi Indonesia tapi aspirasi segala bangsa,” ujar Gus Yahya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh berhenti dalam upaya membantu Palestina, namun tantangan utamanya adalah menentukan cara yang paling efektif di tengah perubahan konstelasi internasional.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kita sekarang berada di tengah dinamika internasional yang penuh ketidakmenentuan. Amerika mau bagaimana, Cina mau bagaimana, Rusia, Eropa, semuanya tidak pasti. Dalam situasi seperti ini, kalau kita sungguh ingin membantu Palestina, kita harus hadir di semua arena yang tersedia,” katanya.

Menurut Gus Yahya, kehadiran Indonesia dalam berbagai platform internasional menjadi kunci agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses-proses global yang menentukan masa depan Palestina.

Presiden AS Donald Trump duduk di antara Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kanan) saat upacara penandatanganan piagam Dewan Perdamaian pada pertemuan tahunan ke-56 Forum Ekonomi Dunia (WEF), di Davos, Swiss, 22 Januari 2026. - (PA/GIAN EHRENZELLER)

“Kalau kita tidak ada, kita hanya akan menonton dan membiarkan orang menentukan jalannya dinamika, jalannya pertarungan dan proses-proses yang berlangsung sesudahnya,” jelasnya.

"Maka menurut saya, keputusan Presiden untuk bergabung dalam Board of Peace ini, saya kira adalah keputusan yang tepat berdasarkan komitmen yang abadi untuk membantu Palestina," katanya. 

Ia menjelaskan bahwa Board of Peace dibentuk sebagai wahana dialog untuk membicarakan perdamaian di Palestina. Karena itu, Gus Yahya menilai penting adanya aktor yang benar-benar berkomitmen membela kepentingan rakyat Palestina di dalam forum tersebut.

“Kita tahu di dalamnya pasti ada banyak kepentingan, termasuk kepentingan Israel dan Amerika. Tidak mungkin tidak. Tapi justru karena itulah harus ada suara yang sungguh-sungguh membela kepentingan Palestina,” ujarnya.

Gus Yahya juga menekankan bahwa perdamaian tidak mungkin tercapai tanpa dialog antarberbagai kepentingan yang saling bertentangan. Dalam konteks itu, kehadiran Indonesia dinilai krusial untuk menjaga agar isu Palestina tidak terpinggirkan.

“Saya sangat mendukung agar Presiden Prabowo Subianto memainkan peran itu dengan sungguh-sungguh supaya dari waktu ke waktu terus menerus kita jangan sampai absen di dalam keistian apapun untuk membantu Palestina,” ucap Gus Yahya.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
30 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Rampung Mei, Waktu Operasional Belum Pasti
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Usai Dirut BEI Mundur, Ketua OJK Mahendra Siregar Ikut Undur Diri
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Sempat Surut, Banjir di Bidara Cina Jaktim Rendam Permukiman Setinggi 2 Meter
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Merawat cucu mendukung manfaat kognitif di usia tua
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
MU Incar Cole Palmer, Media Vietnam Sebut Setan Merah Harus Bertindak Nekat
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.